Logo Bloomberg Technoz

Dolar AS menguat terhadap sebagian besar mata uang utama lainnya. Poundsterling melemah terhadap dolar AS setelah polisi Inggris menyelidiki dugaan aksi terorisme menyusul penangkapan lima pria di dekat pangkalan udara yang digunakan dalam serangan AS terhadap Iran. Trump mengatakan para tersangka tersebut "berencana menimbulkan kerusakan besar" di fasilitas itu.

Harga minyak masih menjadi salah satu faktor utama yang memengaruhi pergerakan pasar. Tingginya biaya energi menambah tekanan inflasi dan memperkuat ekspektasi kenaikan suku bunga lebih lanjut. Pekan lalu, rata-rata imbal hasil indeks obligasi global naik menembus 4% untuk pertama kalinya sejak 2007. Kondisi ini memicu kekhawatiran bahwa kenaikan biaya pinjaman pada akhirnya dapat membebani perekonomian dan menekan laba perusahaan.

"Perkembangan geopolitik selama akhir pekan kemungkinan akan membuat volatilitas tetap tinggi di pasar global," tulis Kepala Analis Pasar AT Global Markets, Nick Twidale, dalam catatan kepada kliennya.

Iran tetap mempertahankan proposal pembukaan kembali Selat Hormuz dalam waktu tujuh hari dan menegaskan tidak akan melonggarkan persyaratannya. Menurut laporan Axios, Trump memperkirakan perundingan dengan Iran akan kembali dilanjutkan pekan ini meskipun telah menolak tawaran terbaru Teheran. Ia juga mengatakan tengah mempertimbangkan "dengan sangat serius" larangan ekspor solar.

Sejumlah pejabat The Fed menilai ketahanan pertumbuhan ekonomi dan kuatnya pasar tenaga kerja menjadi alasan perlunya pengetatan kebijakan moneter lebih lanjut. Gubernur Federal Reserve Bank of Cleveland, Beth Hammack, mengatakan kedua faktor tersebut, bersama kekhawatiran mengenai utang pemerintah, turut mendorong kenaikan imbal hasil obligasi Treasury jangka panjang.

Pelaku pasar kini sepenuhnya memperhitungkan kemungkinan kenaikan suku bunga sebesar 25 basis poin setidaknya satu kali lagi sebelum akhir tahun.

Sementara itu, Menteri Keuangan AS Scott Bessent menyampaikan pandangan yang lebih cenderung mendukung pelonggaran kebijakan moneter. Ia mengatakan para pembuat kebijakan perlu tetap "berpikiran terbuka" terhadap suku bunga karena peningkatan produktivitas berkat kecerdasan buatan (AI) dan deregulasi berpotensi membantu mengendalikan inflasi.

Volatilitas pasar diperkirakan masih berlanjut pekan ini. Indikator inflasi yang menjadi acuan utama The Fed serta laporan ketenagakerjaan AS akan memengaruhi ekspektasi pasar terhadap kemungkinan kenaikan suku bunga setidaknya satu kali lagi tahun ini. Hal tersebut terjadi setelah bank sentral menaikkan suku bunga untuk pertama kalinya sejak 2023 pada awal bulan ini.

Sejumlah Pergerakan Utama di Pasar:

Saham

  • Kontrak berjangka S&P 500 turun 0,3% pada pukul 09.59 waktu Tokyo.
  • Kontrak berjangka Hang Seng tidak banyak berubah.
  • Kontrak berjangka Nikkei 225 (OSE) naik 0,2%.
  • Indeks Topix Jepang naik 0,6%.
  • Indeks S&P/ASX 200 Australia naik 0,3%.
  • Kontrak berjangka Euro Stoxx 50 naik 0,4%.

Mata Uang

  • Indeks Bloomberg Dollar Spot naik 0,1%.
  • Euro tidak banyak berubah di level US$1,1385.
  • Yen Jepang melemah 0,3% menjadi 157,82 per dolar AS.
  • Yuan offshore China tidak banyak berubah di level 6,7234 per dolar AS.

Mata Uang Kripto

  • Bitcoin turun 0,5% menjadi US$84.138,79.
  • Ether turun 0,4% menjadi US$2.673,82.

Obligasi

  • Imbal hasil obligasi Treasury AS bertenor 10 tahun naik empat basis poin menjadi 5,20%.
  • Imbal hasil obligasi pemerintah Jepang bertenor 10 tahun naik 2,5 basis poin menjadi 3,095%.
  • Imbal hasil obligasi pemerintah Australia bertenor 10 tahun naik empat basis poin menjadi 5,41%.

Komoditas

  • Minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) naik 1% menjadi US$93,29 per barel.
  • Harga emas di pasar spot turun 1,3% menjadi US$4.228,62 per ons.

Artikel ini dibuat dengan bantuan Bloomberg Automation.

(bbn)

No more pages