Logo Bloomberg Technoz

CEO perusahaan minyak dan kelompok industri justru mendorong penangguhan pajak cukai federal atas solar, dengan alasan langkah tersebut dapat menurunkan harga tanpa dampak negatif dari larangan ekspor. Namun, usulan tersebut masih memicu perdebatan internal mengenai cara membebaskan pajak tersebut, terutama ketika DPR AS sedang memasuki masa reses menjelang pemilu.

Solar digunakan untuk mengoperasikan peralatan pertanian, kereta barang, truk, dan van pengiriman. Harga eceran solar di AS mencapai rekor pada pekan lalu dan rata-rata berada di sekitar US$6,50 per galon atau sekitar Rp116.480, dengan asumsi US$1 sama dengan Rp17.920. Kondisi tersebut menambah kekhawatiran pemilih terhadap biaya hidup menjelang pemilu paruh waktu pada November.

Menteri Energi AS Chris Wright mengatakan pekan lalu bahwa pemerintah sedang bekerja sama dengan perusahaan pengolahan minyak untuk menerapkan pembatasan ekspor secara sukarela sebagai alternatif dari larangan yang diberlakukan pemerintah.

Sejumlah perusahaan telah menambahkan perlindungan kontraktual apabila penghentian sementara pengiriman solar ke luar negeri menghambat pengiriman kepada pembeli asing, menurut sejumlah orang yang mengetahui situasi tersebut kepada Bloomberg News pada Jumat.

Jika larangan diberlakukan, harga solar AS diperkirakan akan turun tajam, setidaknya dalam jangka pendek. Penghentian ekspor akan membuat negara-negara sekutu AS, termasuk Brasil dan Inggris, segera membutuhkan pasokan bahan bakar.

(bbn)

No more pages