Diketahui, terakhir kali China menaikkan harga eceran bahan bakar transportasi pada 11 September—di mana kenaikan saat itu juga dibatasi—sehingga kebijakan kali ini menandai keempat kalinya negara tersebut membatasi kenaikan harga sejak perang AS-Israel melawan Iran pada Februari lalu.
Diberitakan sebelumnya, cadangan bensin dan diesel China telah turun ke level terendah dalam lebih dari satu dekade, sebab ekspor melonjak dan permintaan domestik pulih secara musiman.
Berdasarkan data dari GL Consulting—perusahaan konsultan milik Mysteel, penyedia informasi komoditas terkemuka—stok komersial bensin China telah mencapai level terendah sejak 2011, sementara persediaan diesel turun ke level terendah sejak 2015.
Importir minyak mentah terbesar di dunia ini telah memangkas volume pengolahan kilang sebesar 7% tahun ini, karena gangguan pasokan memaksa kilang mengurangi aktivitas operasional dan Beijing memberlakukan pembatasan ekspor bahan bakar pada pertengahan Maret.
Namun, China mulai melonggarkan pembatasan tersebut pada pertengahan Juli, sehingga ekspor pulih ke level sebelum perang pada Agustus dan diperkirakan akan mempertahankan momentum kuatnya pada September.
GL Consulting memperkirakan ekspor akan turun pada bulan depan karena kilang-kilang milik negara lebih mementingkan ketahanan energi dalam negeri.
China sendiri belum menerbitkan rencana ekspor bahan bakar Oktober kepada perusahaan kilang.
(ros)




























