Logo Bloomberg Technoz

Netanyahu menambahkan bahwa banyak warga Yahudi tidak lagi merasa aman di New York sejak Mamdani terpilih.

Dalam sebuah pernyataan, Mamdani menuduh Netanyahu menggunakan pidatonya untuk “mengulangi kebohongan tak berdasar yang dimaksudkan untuk membersihkan citra genosidanya terhadap rakyat Palestina”.

“Namun, tidak ada kebohongan yang dapat mengubah fakta bahwa dia tetap menjadi subjek surat perintah penangkapan Mahkamah Pidana Internasional yang menuduhnya melakukan kejahatan perang dan kejahatan terhadap kemanusiaan,” katanya.

Menjelang perjalanannya ke New York, Netanyahu berjanji akan “mengatakan kebenaran” mengenai Mamdani. Ia menuduh wali kota tersebut mendukung Hamas dan menghasut kekerasan terhadap warga Yahudi. Mamdani menolak tuduhan tersebut dan merujuk pada surat perintah penangkapan ICC.

Di luar kompleks PBB, para demonstran berkumpul untuk memprotes kehadiran Netanyahu serta keterlibatan AS dalam perang Israel di Gaza. Mereka memblokir lalu lintas di sekitar kompleks tersebut sehingga polisi mulai melakukan penangkapan.

Avila Chevalier, yang merupakan sekutu Mamdani, mengalahkan petahana Adriano Espaillat dalam pemilihan pendahuluan Partai Demokrat pada Juni untuk distrik yang mencakup sebagian wilayah Harlem dan Bronx. Persaingan tersebut menjadi titik panas dalam perpecahan Partai Demokrat mengenai Israel, dengan Avila Chevalier menyerukan penghentian bantuan militer AS kepada negara tersebut.

“Netanyahu seharusnya berada di Den Haag, bukan di jalan-jalan New York City, dan tentu saja bukan untuk berpidato di hadapan Majelis Umum PBB,” katanya dalam sebuah pernyataan setelah ditangkap.

(bbn)

No more pages