Logo Bloomberg Technoz

Dari kawasan, mata uang menyambut meredanya harga minyak Brent meski masih bertahan tinggi. Sebagian besar mata uang menguat, dipimpin won Korea Selatan, lalu yen Jepang, ringgit Malaysia dan baht Thailand.

Sebaliknya, rupiah melemah bersama dolar Hong Kong. 

Rupiah dan mata uang Asia. (Bloomberg)

Di sisi lain, pasar masih mendapatkan sentimen positif dari kabar bahwa AS dan Iran tengah menjajaki kesepakatan bertahap yang berpotensi membuat Teheran membuka kembali Selat Hormuz. Jika terealisasi, perkembangan tersebut dapat menurunkan premi risiko geopolitik dan tekanan pada harga minyak, sehingga memberikan ruang bagi mata uang Asia untuk menguat.

Namun, pasar masih perlu mencermati apakah kabar tersebut akan berkembang menjadi kesepakatan konkret. Pasalnya, konflik di Timur Tengah belum sepenuhnya mereda dan tanda-tanda pengetatan pasokan minyak fisik mulai terlihat. Kondisi ini membuat harga minyak tetap menjadi salah satu faktor utama yang menentukan arah rupiah sepanjang perdagangan hari ini.

Dengan begitu, ruang penguatan rupiah hari ini masih relatif terbatas. Pergerakan mata uang domestik kemungkinan akan sangat sensitif terhadap dua indikator utama, yakni arah harga minyak dan yield US Treasury.

Jika harga minyak kembali naik dan yield obligasi AS bertahan di atas 5%, maka rupiah berisiko melanjutkan pelemahan menuju area Rp17.900/US$. Sebaliknya, penurunan harga minyak yang lebih dalam disertai meredanya yield AS dapat membuka ruang bagi rupiah untuk kembali menguat ke kisaran Rp17.800/US$.

(dsp/aji)

No more pages