Logo Bloomberg Technoz

“Meski mungkin terlihat seperti perubahan semantik, dampaknya akan signifikan,” kata Jennifer Welch dari Bloomberg Economics, yang pernah menjabat sebagai direktur untuk China dan Taiwan di Dewan Keamanan Nasional AS pada pemerintahan Biden dan Trump sebelumnya.

China akan menggunakan perubahan tersebut untuk melemahkan keyakinan Taiwan terhadap dukungan AS, tambahnya. “Menentang ‘kemerdekaan Taiwan’ mengimplikasikan adanya upaya aktif untuk membendung apa yang dipandang Beijing sebagai kekuatan pro-kemerdekaan,” kata Welch.

Perubahan apa pun dalam penggunaan istilah tersebut akan meningkatkan kekhawatiran bahwa posisi Washington terhadap demokrasi yang memiliki pemerintahan sendiri itu menjadi alat tawar dalam hubungan AS-China. Trump sebelumnya telah menunda selama berbulan-bulan paket penjualan senjata senilai US$14 miliar untuk Taiwan. Setelah pertemuan terakhirnya dengan Xi di Beijing, Trump menyebut kesepakatan tersebut sebagai “alat tawar yang sangat bagus” bagi AS, sebuah pernyataan yang membuat Taipei gelisah.

Dorongan terbaru Xi kepada Trump muncul ketika Beijing mengubah taktik dalam kampanyenya untuk menekan Taiwan. China mengurangi aksi militer provokatif, tetapi meningkatkan upaya mengisolasi Taiwan secara diplomatik, termasuk dengan menekan negara-negara lain agar mencegah Presiden Taiwan Lai Ching-te melintasi wilayah udara mereka.

Bahasa yang digunakan untuk mendefinisikan hubungan AS dengan Taiwan telah lama menjadi isu sensitif. China sebelumnya meminta pemerintahan Trump pada 2025 untuk secara resmi menyatakan bahwa AS “menentang” kemerdekaan Taiwan, kata seorang yang mengetahui persoalan tersebut saat itu.

Hubungan AS-Taiwan sejak tahun 1982 diatur oleh "Enam Jaminan" (Six Assurances) era Presiden Ronald Reagan, yang secara sengaja mengambil posisi abu-abu terkait kedaulatan pulau tersebut. Namun, dokumen itu secara eksplisit menegaskan bahwa AS tidak akan berkonsultasi dengan China mengenai penjualan senjata ke Taiwan serta tidak akan merevisi Taiwan Relations Act—undang-undang yang mewajibkan Washington menyediakan senjata pertahanan bagi Taiwan.

Pernyataan Trump mengenai Taiwan menunjukkan perbedaan dengan Biden, yang menyatakan akan membela Taiwan dari setiap invasi China. Pemimpin Partai Republik itu justru mendesak para pejabat di Taipei untuk meningkatkan kemampuan mereka dalam mempertahankan diri.

Menangani persoalan Taiwan secara bijaksana akan “meletakkan fondasi yang kokoh bagi kerja sama strategis antara China dan AS”, kata Xi pada Kamis (24/9).

Ryan Hass, Direktur China Center di Brookings Institution di Washington, mengatakan Xi berupaya mengaitkan konsep “stabilitas strategis yang konstruktif” dengan penolakan terhadap kemerdekaan Taiwan. Slogan tersebut diperkenalkan pejabat China pada Mei untuk mendefinisikan era baru dalam hubungan kedua negara.

"Ujian utamanya adalah apa yang disuarakan Trump terkait Taiwan," tambah Hass. "Bukan hanya apa yang didesak Xi untuk didukung oleh Trump."

(bbn)

No more pages