Detail lanjutan, dalam paparan Banggar disebutkan bahwa pendapatan negara yang sebelumnya Rp3.426 kini disepakati naik menjadi Rp9,1 triliun menjadi Rp3.435,1 triliun.
Dengan penerimaan pajak dari usulan sebelumnya Rp2.591,4 triliun menjadi Rp2.593,4 triliun. Kemudian, penerimaan kepabeanan dan cukai naik juga Rp2 triliun dari usulan Rp316,6 triliun menjadi Rp318,6 triliun. Kenaikan tertinggi yakni pada PNBP sebesar Rp5,1 triliun yaitu dari Rp517,4 triliun ke Rp522,5 triliun.
Tak hanya itu, pemerintah bersama Banggar juga turut menyepakati anggaran Transfer ke Daerah (TKD) dalam RAPBN 2027 sebesar Rp735 triliun atau tidak mengalami kenaikan.
Kesepakatan tersebut mencakup sejumlah komponen TKD, yakni Dana Bagi Hasil (DBH), Dana Alokasi Umum (DAU), Dana Alokasi Khusus (DAK), Dana Otonomi Khusus, Dana Keistimewaan Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), Dana Desa, dan Dana Insentif Fiskal.
Berikut poin-poin lengkap Asumsi Makro dan Postur RAPBN 2027:
Sasaran dan Indikator Pembangunan
- GNI per Kapita (US$): 5,8 -5,84
- GNI per Kapita (Rp Juta): 98,5-99,22
- Penurunan Intensitas Emisi GRK (%): 39,57
- Indeks Kualitas Lingkungan Hidup (Indeks: 76,84
- Tingkat Kemiskinan (%): 6,0-6,5
- Tingkat Kemiskinan Ekstrem (%): 0-0,5
- Rasio Gini (Indeks): 0,363–0,365
- Tingkat Pengangguran Terbuka (%): 4,30–4,87
- Indeks Modal Manusia (Indeks): 0,575
- Indeks Kesejahteraan Petani: 0,8038
- Nilai Tukar Petani / NTP (Indeks): 126–128
- Nilai Tukar Nelayan / NTN (Indeks): 106–110
- Proporsi Penciptaan Lapangan Kerja Formal (%): 40,81
- Penciptaan Lapangan Kerja Baru Tahun 2027 (Juta Orang): 2,57–3,49.
Postur Anggaran Negara
- Pendapatan negara: Rp3.435,10 triliun
- Pendapatan perpajakan: Rp2.912,00 triliun
- Pajak: Rp2.593,40 triliun
- Kepabeanan dan cukai: 18,60 triliun
- Penerimaan negara bukan pajak (PNBP): Rp522,50 triliun
- Hibah: Rp0,70 triliun
- Belanja negara: Rp4.106,30 triliun
- Belanja pemerintah pusat: Rp3.371,30 triliun
- Belanja K/L: Rp1.556,89 triliun
- Belanja non-K/L: Rp1.814,36 triliun
- Transfer ke daerah (TKD): Rp735 triliun
- Defisit: Rp671,20 terhadap PDB 2,4% triliun
- Pembiayaan: Rp671,20 triliun
- Pembiayaan utang: Rp876,30 triliun
- Pembiayaan nonutang: -Rp205,11 triliun.
(lav)






























