Logo Bloomberg Technoz

Dataiku: Adopsi AI Meluas, Tata Kelola Perlu Diperkuat


Dok. Dataiku
Dok. Dataiku

Bloomberg Technoz, JakartaPerusahaan di Indonesia mulai memasuki fase baru dalam pemanfaatan kecerdasan buatan (AI). Jika sebelumnya AI lebih banyak digunakan untuk bereksperimen dan meningkatkan produktivitas individu, perhatian perusahaan kini bergeser pada bagaimana teknologi tersebut dapat memberikan dampak bisnis terukur dan diterapkan dalam skala yang lebih luas.

Perkembangan ini sejalan dengan semakin kuatnya adopsi AI di Indonesia yang sudah mencapai hingga 92 persen menurut Komdigi. Selain itu, Strategi Nasional Kecerdasan Artifisial (Stranas KA) 2020-2045 yang menjadi kerangka pengembangan AI nasional mulai berjalan beriringan dengan penerapan teknologi tersebut di dunia usaha.

“Adopsi AI pada tingkat perusahaan akan semakin diukur berdasarkan dampaknya terhadap bisnis. Seiring dengan semakin matangnya adopsi, organisasi kini perlu memiliki ukuran yang jelas untuk melihat kinerja dan nilai yang dihasilkan AI,” ujar Andrew Boyd, Senior Vice President and General Manager for Asia Pacific and Japan (APJ) Dataiku.


Ia melihat sejumlah perusahaan besar dan institusi pemerintah yang menjadi first mover mulai memperoleh manfaat nyata dari penerapan AI. Namun, meningkatnya adopsi justru membawa persoalan baru. Ketika AI berpindah dari ruang eksperimen ke lingkungan produksi, perusahaan tidak lagi hanya membutuhkan model yang mampu menghasilkan jawaban. Mereka membutuhkan sistem yang dapat bekerja secara konsisten, memiliki akses data yang tepat, dapat diawasi, dan memberikan hasil yang dapat dikaitkan dengan tujuan bisnis.

Ketika AI Agent Mulai Bertindak