Peserta, lanjut dia, akan mendapatkan pengalaman dan kompetensi yang relevan, sementara perusahaan mendapatkan kesempatan untuk mengenali dan membentuk future talent. Bahkan bagi perusahaan, pemagangan dapat menjadi bagian dari talent pipeline dan mengurangi skills mismatch pada saat rekrutmen.
Oleh karena itu, dunia usaha juga ingin memastikan bahwa kuantitas berjalan bersama dengan kualitas. "Karena pada akhirnya, ukuran keberhasilan program ini ada pada seberapa banyak yang kompetensinya meningkat, berapa banyak yang menjadi lebih siap kerja, dan berapa banyak yang kemudian berhasil masuk ke dunia kerja secara produktif," pungkasnya.
Sebagaimana diberitakan sebelumnya, pemerintah meminta Apindo untuk dapat menyerap 150.000 peserta program magang nasional, sebagai bagian dari upaya meningkatkan kualitas sumber daya manusia (SDM) sekaligus mempercepat penyerapan tenaga kerja.
Hal tersebut disampaikan oleh Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto dalam agenda Rapat Kerja dan Konsultasi Nasional (Rakerkonas) Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) ke-XXXV di Makassar, mengutip dari siaran persnya, Rabu (5/8/2026).
"Saya minta beberapa perusahaan Apindo untuk ikut mendaftar. Jadi saya minta teman-teman dari Apindo bisa menerima magang. Karena magang ini mahasiswa Gen Z dan diberi gaji oleh Pemerintah selama 6 bulan," pinta Airlangga.
Sebagai catatan saja, Kemenaker menetapkan sebanyak 46.160 lulusan perguruan tinggi sebagai peserta Program Magang Nasional Tahun 2026 Batch 1 Angkatan ke-2 dari total 732.483 orang yang mendaftar. Sementara itu, sebanyak 242 orang tidak dapat ditetapkan pada tahapan akhir karena tidak memenuhi persyaratan.
(prc/wep)






























