IEA Sebut Defisit Minyak Q3-2026 Melebar Jadi 1,8 Juta Barel/Hari
Sabrina Mulia Rhamadanty
12 August 2026 18:50

Bloomberg Technoz, Jakarta - Badan Energi Internasional atau International Energy Agency (IEA) memproyeksikan defisit minyak global pada kuartal III tahun 2026 akan melonjak tajam hingga lebih dua kali lipat lebih dari perkiraan sebelumnya.
Dalam laporan terbarunya yang dirilis pada Rabu (12/8/2026), IEA memprediksi pasar minyak dunia akan mengalami kekurangan pasokan hingga 1,8 juta barel per hari atau million barrels per day (mbd).
Angka ini meningkat signifikan jika dibandingkan dengan proyeksi bulan lalu yang berada di angka 800 ribu barel per hari atau thousand barrels per day (kbd).
“Neraca minyak global kini diperkirakan akan mengalami defisit sebesar 1,8 mbd pada kuartal ketiga tahun 2026; angka ini lebih dari dua kali lipat perkiraan sebesar 800 kbd yang tercantum dalam laporan bulan lalu,” ungkap IEA dalam laporan resminya.
IEA menjelaskan bahwa pengetatan pasokan ini dipicu oleh kemerosotan inventaris minyak global yang terpantau turun hingga 69 juta barel (sekitar 2,2 mbd) pada Juli 2026.






























