Praktik shuttling, yang juga digunakan oleh beberapa produsen lain selain Adnoc, telah menjadi sarana penting untuk mengangkut minyak keluar dari teluk di tengah berlanjutnya konflik terkait dengan Iran, sehingga membantu meredam kenaikan harga global.
Namun, langkah negara-negara Timur Tengah untuk meminta bantuan negara tetangga dalam mengangkut ekspor energi mereka merupakan hal yang tidak lazim.
Seorang juru bicara Adnoc mengatakan perusahaan tidak berkomentar mengenai masalah komersial. SOMO tidak segera menanggapi permintaan komentar.
Selama ini, perusahaan perdagangan Vitol Group dan perusahaan minyak raksasa Prancis TotalEnergies SE merupakan pengangkut utama minyak mentah Irak. Penawaran Adnoc mungkin sudah mulai memberikan dampak.
Ali Nizar, kepala perusahaan pemasaran minyak negara SOMO, mengatakan pada Selasa bahwa ekspor minyak mentah bulan ini telah melonjak menjadi sekitar 2 juta barel per hari.
Angka ini lebih tinggi dibandingkan dengan perkiraan menteri perminyakan negara tersebut pekan lalu, yang menyebutkan angka 1,5 juta hingga 1,7 juta barel per hari.
AS dan Iran baru-baru ini sama-sama memperkeras sikap dalam negosiasi untuk membuka kembali jalur Hormuz, meskipun menteri pertahanan Pakistan mengatakan pada Selasa bahwa kedua belah pihak sudah hampir mencapai kesepakatan tertentu.
Sifat perundingan yang tidak konsisten (sering terhenti dan dimulai kembali) serta serangan yang terus berlanjut terhadap kapal-kapal telah menyulitkan produsen di Teluk Persia untuk mengekspor minyak mereka.
Beberapa kapal tanker Adnoc diserang saat melintasi Selat Hormuz pekan lalu. Menurut sejumlah sumber, penawaran minyak dari para pedagang selain Adnoc telah melambat bulan ini seiring kembali meningkatnya ketegangan di Teluk Persia.
SOMO milik Irak telah menawarkan potongan harga besar-besaran untuk minyaknya kepada perusahaan yang bersedia melintasi Selat Hormuz, dengan memangkas harga hingga mencapai US$30 per barel di bawah harga acuan untuk volume yang dimuat bulan ini.
Untuk minyak mentah unggulan Basrah Medium, besaran potongan harga berkisar antara US$25 hingga US$27 per barel.
(bbn)
































