Selain itu, pelaku pasar juga memasang mode waspada, tidak terlalu agresif. Sebab, ada hal yang sedang dinanti.
Pada Rabu (12/8/2026) waktu setempat, US Bureau of Labor Statistics akan mengumumkan data inflasi Amerika Serikat (AS) periode Juli. Konsensus pasar yang dihimpun Bloomberg menghasilkan median proyeksi inflasi Negeri Paman Sam sebesar 0,1% month-on-month (mtm).
Jika terwujud, maka terjadi peningkatan dibandingkan Juni yang deflasi 0,4% mtm.
Sementara inflasi inti (core) untuk Juli diperkirakan sebesar 0,2% mtm. Inflasi inti secara tahunan (year-on-year/yoy) diproyeksikan sebesar 2,5%, yang jika terjadi maka merupakan yang terendah sejak Februari.
Data ini akan menjadi salah satu faktor yang menentukan arah kebijakan moneter. Laju inflasi yang ‘mendingin’ bisa meredakan kekhawatiran bahwa bank sentral Federal Reserve bakal agresif dalam mengetatkan kebijakan moneter.
Mengutip CME FedWatch, peluang kenaikan suku bunga acuan di Amerika Serikat sebesar 25 basis poin (bps) menjadi 3,75-4% dalam rapat The Fed bulan depan adalah 48%. Seminggu lalu, peluangnya masih 52,2% dan sebulan lalu mencapai 58,4%.
Emas adalah aset yang tidak memberikan imbal hasil (non-yielding asset). Memegang emas menjadi kurang menguntungkan saat suku bunga tinggi.
Analisis Teknikal
Jadi bagaimana perkiraan harga emas untuk hari ini, Rabu (12/8/2026)? Apakah bisa bangkit atau malah makin terjepit?
Secara teknikal dengan perspektif harian (daily time frame), emas masih nyaman di zona bullish. Terlihat dari Relative Strength Index (RSI) 14 har yang sebesar 65. RSI di atas 50 mengindikasikan suatu aset sedang dalam posisi bullish.
Namun indikator Stochastic RSI 14 hari berada di 88. Di atas 80 yang berarti tergolong jenuh beli (overbought).
Untuk perdagangan hari ini, harga emas masih berisiko turun. Target support terdekat ada di US$ 4.321/troy ons yang merupakan Moving Average (MA) 5. Jika tertembus, maka MA-10 di US$ 4.195/troy ons bisa menjadi target berikutnya.
Namun jika harga emas bisa naik, maka pivot point US$ 4.376/troy ons bisa dicermati. Penembusan di titik itu berpotensi mendongkrak harga ke level US$ 4.407-4.470/troy ons.
Target paling optimistis ada di US$ 4.538/troy ons.
(aji)



























