“Alhamdulilah dari 12—13 hotspot terkonfirmasi tadi malam turun jadi 7 hotspot, dan hari ini satgas darat luar biasa jam 06.00 pagi berangkat dan terkonfirmasi terakhir tinggal 3, update info tinggal 2 hotspot,” kata Kadeck melalui unggahan yang sama.
Terpisah, Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jawa Barat Teten Ali menyatakan medan terjal yang berbukit dan berbatu menyulitkan akses kendaraan pemadam serta mobilitas personel.
Selain itu, Teten menyatakan angin kencang yang berubah-ubah arah memicu timbulnya bara api baru, jarak sumber air juga cukup jauh dari titik lokasi kebakaran.
Dia mengungkapkan, per Jumat (23/10/2026) luas area yang terbakar di Kawasan Gunung Ciremai masih dalam pendataan.
Kebakaran terjadi di Blok Sipenpen Batu Arca, Wilayah I Kuningan di ketinggian ± 1.000 mdpl. Vegetasi yang terbakar yaitu semak belukar, alang-alang, serasah kering, dan tegakan pohon Pinus.
“Personel gabungan juga melakukan penyisiran atau mopping up dan pemadaman sisa-sisa bara/asap untuk mencegah reignisi atau penyalaan ulang,” kata Teten melalui siaran pers, Jumat (23/10/2026).
Untuk keamanan tim personel gabungan, Teten mengungkapkan telah distribusikan air minum, makanan, serta alat pelindung diri (APD) seperti masker, kacamata, dan helm.
(azr/wdh)






























