Mereka yang datang lebih awal terdiri dari pelanggan yang mengambil pesanan (preorder), orang-orang yang mencoba peruntungan untuk mendapatkan unit dari persediaan terbatas, serta pengecer yang berharap bisa menjual kembali perangkat tersebut dengan harga lebih tinggi.
Di Singapura, ratusan orang telah mengantre sejak Jumat pagi, termasuk satu keluarga beranggotakan tujuh orang dari Myanmar yang bahkan telah berkemah di lokasi sejak malam sebelumnya.
“Ini adalah inovasi sejati pertama dari Apple dalam beberapa tahun terakhir,” ujar Peter Ingram, seorang kepala teknologi (CTO) yang berkunjung dari London dan berencana membeli perangkat tersebut saat kembali ke Inggris.
“Memang mahal. Namun, saya sudah mencobanya langsung di toko. Luar biasa sekali karena tidak ada bekas lipatan sama sekali.”
Di Amerika Serikat (AS), setiap gerai Apple menerima sekitar 50 hingga lebih dari 200 unit Duo, dan semuanya habis dengan cepat.
Sebuah gerai di Los Angeles bahkan sudah kehabisan stok bagi pelanggan yang tiba setelah pukul 06.30 pagi.
Model berwarna star white dengan kapasitas penyimpanan 256 gigabita, yang dibanderol seharga US$1.999, menjadi pilihan favorit para pembeli.
Dalam beberapa tahun terakhir, kerumunan besar pada hari peluncuran produk Apple sebenarnya sudah jarang terlihat, karena Apple, peritel, dan operator seluler kini biasanya menyediakan stok yang cukup untuk memenuhi sebagian besar pesanan melalui pengiriman ke rumah atau pengambilan barang di toko berdasarkan janji temu.
Namun, perangkat lipat pertama dari Apple ini hadir dengan jumlah persediaan yang jauh lebih terbatas.
Konsumen yang melakukan pemesanan baru untuk perangkat Duo melalui situs jejaring Apple kini mendapatkan estimasi pengiriman pada akhir Januari, meskipun sebagian konsumen mendapati perkiraan waktu pengiriman mereka lebih cepat, yakni pada bulan November atau Desember.
Penundaan ini termasuk salah satu yang terlama untuk produk baru Apple di era modern perusahaan tersebut.
Para pembeli di Apple Store kawasan Domain Northside, Austin, disambut oleh Chief Executive Officer (CEO) baru, John Ternus, yang mulai menjabat bulan lalu.
Di lokasi Fifth Avenue, New York, antrean sudah mengular hingga beberapa blok sekitar pukul 5 pagi—tiga jam sebelum pintu dibuka bagi para pelanggan iPhone Duo. Peluncuran di lokasi tersebut dihadiri oleh Greg Joswiak, Wakil Presiden Senior Pemasaran Apple, serta Vanessa Trigub, Wakil Presiden untuk toko ritel.
Di Apple Store yang berlokasi di Lawrence Township, New Jersey—sekitar 40 mil di luar Philadelphia—unit dengan kapasitas penyimpanan 256 dan 512 gigabita habis terjual dalam waktu setengah jam pertama, sehingga hanya menyisakan model 1 dan 2 terabita yang harganya lebih mahal.
Victor Osorio, salah satu pembeli di lokasi tersebut, mengatakan bahwa meskipun perangkat lipat bukanlah hal baru, "Apple selalu menghadirkan sesuatu yang berbeda dan memberikan sentuhan istimewa. Saya tidak khawatir dengan bentuk fisiknya, tetapi saya sedikit cemas soal engselnya. Saya tidak ingin engsel itu mengganggu penggunaan, tetapi sejauh ini terlihat baik-baik saja."
Osorio datang lebih awal bersama pasangannya, Victoria, yang juga membeli perangkat Duo tersebut. Victoria mengaku tertarik dengan kemampuan multitasking yang ditawarkan perangkat itu.
Di lokasi yang sama, Naveed Abubacker mengungkapkan bahwa ia selalu menukar iPhone lamanya dengan model baru setiap tahun.
"Teknologi perangkat lipat sebenarnya sudah ada sejak lama; meski Apple tergolong terlambat, saya siap mencobanya," ujarnya. "Jika ternyata tidak cocok untuk saya, saya akan mengembalikannya."
Di China, gerai Apple di Shanghai dan Beijing mencatat jumlah pengunjung yang cukup ramai. Sebagian besar pembeli Duo adalah pelanggan setia Apple yang mengaku antusias untuk menjajal desain baru ini. Banyak di antara mereka harus mendaftar terlebih dahulu untuk memastikan ketersediaan unit.
"Perlu waktu untuk membiasakan diri," ujar Andy Shen di gerai Apple Sanlitun, Beijing. "Saya memilih Duo terutama karena perangkat ini bisa dibuka menjadi layar yang lebih besar, sehingga memberikan pengalaman menonton video yang lebih baik. Meski begitu, ada beberapa fungsi lain yang tidak sebaik generasi sebelumnya, seperti kameranya."
Sebagai salah satu ponsel pintar arus utama termahal yang pernah dijual, perangkat "Duo" ini sempat memicu pertanyaan mengenai seberapa besar permintaan yang akan muncul.
Sebagian besar pembeli di Beijing dan Singapura tidak terlalu memedulikan harganya yang tinggi; mereka justru lebih tertarik pada janji akan hadirnya produk Apple yang benar-benar baru, setelah sekian lama perusahaan tersebut hanya merilis pembaruan yang bersifat evolusioner.
Jajaran iPhone merupakan sumber pendapatan terbesar bagi Apple, yang menyumbang sekitar separuh dari total pemasukan perusahaan. "Duo" sendiri menghadirkan perubahan desain paling signifikan dalam sejarah perangkat tersebut.
Meski bukan yang pertama meluncurkan ponsel lipat ke pasar, Apple berupaya meraih keunggulan melalui produk yang lebih matang dan dirancang khusus bagi para penggemar setianya.
Berbeda dengan peluncuran perangkat headset Vision Pro yang kurang memuaskan hampir tiga tahun lalu, peluncuran seri Duo ini justru mengingatkan kembali pada masa-masa awal diperkenalkannya iPhone—saat permintaan jauh melampaui ketersediaan barang.
Hal ini terjadi meskipun harga perangkat tersebut mencapai angka tertinggi, yakni US$3.199 untuk model dengan kapasitas penyimpanan 2 terabita.
Walaupun harga seri Duo ini mencetak rekor untuk kategori ponsel pintar pasar massal, para pesaing Apple—seperti Samsung Electronics Co., Xiaomi Corp., dan Oppo—juga telah menaikkan harga produk mereka.
Kelangkaan cip memori serta komponen lainnya telah membuat harga perangkat elektronik konsumen secara keseluruhan menjadi lebih mahal.
Ponsel baru dari Apple ini sulit diproduksi karena menggunakan engsel canggih dan teknologi layar terbaru. Selain itu, perangkat ini hanya diproduksi di sejumlah fasilitas terbatas di China.
Dalam beberapa tahun terakhir, Apple telah memperluas produksi iPhone model standar—termasuk ke India—yang turut membantu dalam menjaga ketersediaan pasokan.
Apple akan melaporkan hasil pendapatan kuartalannya pada 2 November, tetapi laporan tersebut tidak akan mencakup penjualan seri "Duo" karena periode pelaporan berakhir sekitar akhir September.
Laporan itu akan mencerminkan penjualan awal model iPhone 18 Pro dan Pro Max, yang mulai dipasarkan pada 18 September.
Menurut laporan Bloomberg News, versi baru lainnya—seperti iPhone kelas pemula atau model Air yang diperbarui—baru akan mulai dijual tahun depan.
Hal ini menandai perubahan dalam jadwal peluncuran rutin perusahaan, sebuah langkah yang ditujukan untuk membantu mendistribusikan pendapatan sepanjang tahun.
—Mark Gurman, Gabrielle Ng, Lyu Dong and Samantha Kelly
(bbn)






























