Logo Bloomberg Technoz

 

Tiga museum populer, yakni Louvre, Musée d’Orsay, dan Museum Picasso, akan ditutup pada Sabtu. Pertandingan sepak bola yang dijadwalkan antara Paris Saint-Germain dan Olympique Lyonnais di Paris pun ditunda.

“Kami tidak akan memberikan toleransi kepada para perusuh, penjarah, dan siapa pun yang melakukan tindak kekerasan—termasuk kelompok politik sayap kiri,” tegas Nunez, seraya menambahkan bahwa pihak kepolisian telah “siap” menghadapi para perusuh.

Aparat militer akan turut menjaga bangunan-bangunan penting. Helikopter, meriam air, dan kendaraan lapis baja yang dikenal sebagai Centaur juga telah disiagakan. Di sejumlah kota, termasuk Lyon, aksi protes pada hari Sabtu telah dilarang dan jam malam pun diperpanjang.

Presiden Emmanuel Macron pada hari Kamis mengakui adanya “kegagalan dalam perencanaan dan unsur kejutan” akhir pekan lalu, ketika aksi protes yang diikuti oleh lebih dari setengah juta orang berujung pada tindakan vandalisme.

Para perusuh menyerang bangunan publik dan menjarah toko-toko di seluruh negeri. Pemimpin Prancis tersebut, yang menunda rencana kunjungannya ke Afrika Barat, menyalahkan kelompok-kelompok ultra-kiri atas apa yang ia sebut sebagai tindakan hasutan.

Didukung oleh gerakan yang terdiri dari berbagai elemen—mulai dari tokoh media sosial, mahasiswa, serikat pekerja, hingga partai-partai sayap kiri—aksi protes Sabtu ini disebut sebagai “Acte II” atau babak kedua dari gerakan yang menuntut peningkatan layanan publik serta bantuan pemerintah untuk menghadapi biaya hidup.

Sebagian besar kemarahan ditujukan kepada Macron, yang kini—enam bulan menjelang akhir masa jabatan keduanya—menjadi sosok yang sangat tidak populer.

Jajak pendapat menunjukkan bahwa kekerasan yang terjadi justru menguntungkan kandidat sayap kanan, Marine Le Pen, yang saat ini memimpin dalam bursa pemilihan tahun depan.

Menambah ketegangan, Le Pen dijadwalkan mengumpulkan ribuan pendukungnya di kota Orleans pada hari Sabtu untuk kongres partainya, National Rally. Kelompok penentang Le Pen pun berencana menuju ke sana untuk melakukan aksi protes.

Kekacauan ini juga meningkatkan kekhawatiran mengenai keuangan publik. Meskipun Prancis terhindar dari penurunan peringkat oleh Moody’s Ratings pada Jumat malam, negara tersebut masih berjuang untuk menekan defisit anggaran menjelang pemilihan 2027.

Indikator risiko obligasi yang diawasi ketat telah melonjak ke tingkat yang terakhir kali terlihat selama krisis utang zona euro: selisih (spread) antara imbal hasil obligasi 10 tahun Prancis dan Jerman—yang dianggap sebagai aset aman di kawasan tersebut—mencapai 178 basis poin pada hari Kamis, dibandingkan dengan hanya 85 basis poin pada awal September.

Aktivitas ekonomi sektor swasta juga mengalami penurunan bulan ini; Composite Purchasing Managers’ Index (Indeks Manajer Pembelian Gabungan) yang disusun oleh S&P Global turun menjadi 48,4 pada Oktober, dari 51,1 pada bulan sebelumnya. Angka ini berada di bawah ambang batas 50, yang menjadi pemisah antara fase ekspansi dan kontraksi.

Prancis bukan satu-satunya negara Eropa yang menghadapi kemarahan publik.

Di Italia, aksi demonstrasi oleh mahasiswa dan kelompok pemuda lainnya diperkirakan akan terjadi di Milan dan Roma selama akhir pekan.

Pemerintah Italia menyatakan akan mengerahkan militer di Milan setelah aksi protes di kota tersebut pada akhir pekan lalu berujung pada penjarahan dan kerusuhan. 

Protes juga diperkirakan akan terjadi di Belgia, sementara Albania tengah menghadapi gelombang demonstrasi kekerasan yang dipimpin oleh mahasiswa—yang kini memasuki minggu kedua—akibat ketidakpuasan terhadap pemerintahan Perdana Menteri Edi Rama.

(bbn)

No more pages