CWA menyatakan pusat badai berada sekitar 170 kilometer di sebelah timur Taiwan. Prakiraan jalur badai menunjukkan Champi akan melintas tepat di lepas pantai timur laut Taiwan, kemudian berbelok ke utara menuju pesisir China sebelum bergerak ke Jepang bagian selatan.
Prakirawan CWA Liu Pei-teng mengatakan kepada Reuters bahwa kemungkinan Champi menerjang langsung Taiwan belum dapat dikesampingkan jika badai tersebut “melambat, berputar, atau bergerak ke kiri dan kanan” saat mendekati pulau itu.
“Radius angin badai ini cukup besar, termasuk salah satu yang terbesar dalam beberapa tahun terakhir,” kata Liu.
“Jika pergerakan badai melambat, Taiwan akan terdampak angin kencang dalam waktu yang lebih lama.”
Prakirawan Taiwan memperkirakan radius badai mencapai sekitar 320 kilometer, cukup luas untuk mencakup sebagian besar wilayah Taiwan. Pakar cuaca memperkirakan dampaknya dapat berlangsung hampir dua hari.
Kota-kota pesisir menerima peringatan melalui ponsel mengenai potensi embusan angin yang melebihi 150 kilometer per jam. Warga diminta segera mencari tempat berlindung. Sementara itu, curah hujan hampir satu meter diperkirakan mengguyur kawasan pegunungan di utara, termasuk wilayah sekitar Taipei.
Di Kabupaten Yilan, Taiwan timur laut, angin kencang dan hujan deras semakin intensif. Badai diperkirakan melintas di dekat wilayah tersebut pada 23 Oktober. Pemerintah setempat membagikan karung pasir serta menyiagakan kendaraan amfibi dan perahu penyelamat tiup.
“Jika diperlukan, militer akan turun tangan membantu warga, termasuk menggunakan kendaraan amfibi untuk evakuasi atau penanganan bencana,” kata Lee Ming-chen, kepala pemerintahan Suao, kota pelabuhan yang pernah mengalami banjir parah akibat topan sebelumnya.
Di Keelung, kota pelabuhan di Taiwan utara, para pemilik kapal bergegas mengamankan kapal mereka.
Liu Yu-en, pekerja konstruksi berusia 18 tahun, mengatakan, “Situasinya tidak terlalu parah; saya hanya khawatir akan terjadi banjir.
“Keelung sudah beberapa kali dilanda banjir tahun ini.”
Perusahaan listrik Taipower menyatakan lebih dari 77.000 rumah sempat kehilangan pasokan listrik, meski sebagian besar telah kembali mendapat aliran listrik. Sementara itu, TSMC, produsen semikonduktor kontrak terbesar di dunia, mengatakan operasional perusahaan berjalan normal tanpa dampak signifikan.
Layanan kereta cepat yang menghubungkan Taiwan bagian utara dan selatan tetap beroperasi seperti biasa. Namun, hujan deras disertai angin kencang mengguyur Taipei, sementara transportasi umum, termasuk kereta bawah tanah, beroperasi dengan layanan terbatas.
Singapore Airlines membatalkan empat penerbangan yang dijadwalkan pada 23 Oktober. Scoot, maskapai berbiaya rendah milik Singapore Airlines, juga membatalkan 10 penerbangan pada hari yang sama. Informasi tersebut disampaikan melalui pemberitahuan yang diterbitkan kedua maskapai pada 22 Oktober.
Taiwan umumnya memiliki kesiapsiagaan yang sangat baik dalam menghadapi topan sehingga jumlah korban jiwa dapat ditekan. Meski lebih sering terjadi pada musim panas, topan juga dapat melanda pada musim gugur.
Topan Champi diperkirakan terlebih dahulu melintasi Yonaguni, pulau berpenghuni paling barat di Jepang yang berada di Prefektur Okinawa.
(del)






























