Logo Bloomberg Technoz

Otoritas Moneter Singapura (Monetary Authority of Singapore/MAS), selaku bank sentral, pekan lalu mempersempit proyeksi inflasi inti tahun ini menjadi 1,5%-2%, dari proyeksi sebelumnya yang memperkirakan inflasi dapat mencapai 2,5%. MAS juga memperkirakan inflasi umum berada di kisaran 2%.

Dalam keputusan kebijakan moneternya, MAS turut mengisyaratkan bahwa kedua indikator inflasi tersebut berpotensi tetap sedikit tinggi dalam beberapa bulan mendatang. Hal ini seiring kembali naiknya harga energi global dan meningkatnya biaya pangan akibat cuaca buruk.

Meski demikian, bank sentral secara tak terduga memutuskan untuk tidak memperketat kebijakan moneter. MAS menyatakan, langkah-langkah yang telah diambil pada awal tahun ini cukup untuk “meredam potensi kenaikan inflasi impor dalam waktu dekat”.

Menurut bank sentral, inflasi inti dan inflasi umum diperkirakan rata-rata berada di kisaran 1,5%-2,5% tahun depan, seiring meredanya tekanan biaya impor serta gangguan pasokan energi dan pangan. Tekanan harga domestik juga diperkirakan tetap terkendali, antara lain berkat subsidi pemerintah untuk sektor kesehatan dan pendidikan.

(bbn)

No more pages