Kendati demikian, potensi dilusi dari rencana rights issue bagi pemegang saham yang tidak melaksanakan haknya mencapai 74,6%.
Rencanannya, seluruh dana yang didapat dari rights issue akan digunakan untuk pelunasan pinjaman, akuisisi saham Denway Development Limited dam modal kerja.
“Penggunaan dana hasil HMETD juga akan digunakan untuk melakukan transaksi Denway yang akan meningkatkan kapasitas perseroan secara konsolidasi dalam bidang pertambangan mineral,” dikutip dari keterangan resmi PACK, Jumat (23/10/2026).
Dari sisi rasio keuangan, rencana rights issue itu juga akan memperbaiki struktur permodalan perseroan dengan peningkatan ekuitas dari saham baru.
Rencana Akuisisi
Sebagian dana rights issue PACK akan disalurkan untuk mengakuisisi 100% saham Denway Development Limited yang dikendalikan oleh Hangking (Indonesia) Mining Limited.
Nilai akuisisi Denway itu mencapai US$324 juta atau ekuivalen dengan Rp5,73 triliun.
Berdasarkan hasil penilaian dari KJPP K&R, nilai pasar atas saham DDL adalah CNY2.214,98 juta atau setara dengan Rp5.834.412.368.600 (dengan kurs per tanggal 31 Agustus 2026 sebesar Rp2.634,07/CNY).
Di sisi lain, induk sekaligus penerima manfaat akhir PACK CNGR juga tengah mengakuisisi keseluruhan saham Hangking (Indonesia) Mining Limited.
Dengan demikian, kedua transaksi itu akan menyebabkan kedua perusahaan berada dalam satu afiliasi yang sama di bawah kendali bos CNGR, Deng Weiming.
“Setelah transaksi, Denway akan menjadi entitas anak dari perseroan secara langsung dan dapat menunjang kegiatan operasional perseroan, sehingga dapat menguntungkan perseroan, pemegang saham,” dikutip dari keterangan resmi.
(fik/naw)





























