Logo Bloomberg Technoz

Pemanfaatan PLTS diperkirakan dapat menghindari gangguan pelayanan di balai desa hingga 75 jam per tahun. Pasokan energi yang lebih stabil juga berpotensi meningkatkan produksi telur BUMDes lebih dari 10%, sehingga dapat mendukung produktivitas usaha dan penguatan ekonomi desa.

Kepala Desa Bojong Apad Sutisna mengatakan, keberadaan PLTS memberikan perubahan yang dirasakan langsung oleh masyarakat. Selain mendukung pelayanan desa, sumber energi tersebut membantu warga menjalankan aktivitas sehari-hari dengan lebih nyaman.

“Setelah PLTS hadir, kami benar-benar merasakan perubahan yang sangat nyata. Desa menjadi lebih terang, masyarakat lebih nyaman beraktivitas pada malam hari, anak-anak dapat belajar dengan lebih tenang, dan pelaku usaha kecil memiliki kesempatan untuk meningkatkan produktivitas usahanya. Kehidupan masyarakat menjadi lebih mudah, lebih aman, dan produktif. Kehadiran PLTS juga memberikan harapan baru bagi kemajuan desa kami,” ungkap Apad.

BRI Peduli Salurkan Perangkat Surya ke Wilayah Bencana

Selain mendukung elektrifikasi di pedesaan, BRI Peduli memperluas pemanfaatan energi surya untuk membantu masyarakat yang terdampak banjir bandang dan longsor di Sumatera. Dalam upaya pemulihan pascabencana, perseroan menyalurkan 1.416 unit perangkat tenaga surya portabel ke wilayah terdampak di Sumatera Utara dan Aceh.

Bantuan tersebut terdiri atas 522 unit perangkat untuk Kabupaten Tapanuli Selatan, Sumatera Utara, dan 894 unit untuk Kabupaten Aceh Timur. Perangkat ini digunakan sebagai sumber penerangan sekaligus untuk mengisi daya perangkat komunikasi ketika pasokan listrik belum sepenuhnya pulih.

Ketersediaan listrik menjadi kebutuhan penting selama masa tanggap darurat dan pemulihan bencana. Penerangan membantu keluarga menjalankan aktivitas sehari-hari, sedangkan akses pengisian daya memungkinkan masyarakat tetap menggunakan perangkat komunikasi untuk memperoleh informasi dan berhubungan dengan keluarga maupun pihak yang menangani bencana.

Dukungan energi alternatif juga ditujukan untuk mengurangi ketergantungan masyarakat pada jaringan listrik yang mengalami gangguan. Dengan perangkat portabel, warga dapat memperoleh sumber energi yang lebih fleksibel selama proses pemulihan berlangsung.

Program serupa turut menjangkau desa binaan BRI Peduli melalui program Desa BRILiaN. Sebanyak 40 unit perangkat tenaga surya portabel disalurkan untuk memperluas akses energi bagi masyarakat di wilayah tersebut.

Secara keseluruhan, program energi surya BRI Peduli telah menjangkau 1.456 kepala keluarga (KK) sebagai penerima manfaat langsung. Sementara itu, jumlah penerima manfaat tidak langsung mencapai 8.376 jiwa.

Capaian tersebut menggambarkan cakupan program yang tidak hanya menyasar kebutuhan rumah tangga, tetapi juga mendukung kegiatan masyarakat dan pelayanan publik. Di tingkat desa, ketersediaan energi dapat membantu menjaga keberlangsungan aktivitas ekonomi serta mendukung produktivitas masyarakat.

Energi Bersih Dukung Pengurangan Emisi

Program energi surya BRI Peduli juga diarahkan untuk memberikan manfaat lingkungan melalui pemanfaatan sumber energi terbarukan. Dengan total kapasitas terpasang sekitar 600 kWp, fasilitas dalam program ini berpotensi menghasilkan listrik bersih sebesar 585 megawatt-hour (MWh) setiap tahun.

Produksi listrik tersebut diperkirakan dapat menurunkan emisi gas rumah kaca hingga 491,2 ton setara karbon dioksida (tCO₂e) per tahun. Potensi pengurangan emisi ini menjadi bagian dari kontribusi program terhadap upaya pelestarian lingkungan dan pengembangan energi yang lebih berkelanjutan.

Pemanfaatan PLTS di wilayah pedesaan juga memperlihatkan keterkaitan antara akses energi, aktivitas ekonomi, dan ketahanan masyarakat. Pasokan listrik yang lebih stabil dapat membantu pelayanan publik tetap berjalan, sementara kegiatan usaha seperti peternakan ayam petelur memperoleh dukungan untuk menjaga produktivitas.

Di wilayah terdampak bencana, perangkat tenaga surya portabel berfungsi sebagai sumber energi alternatif ketika infrastruktur kelistrikan belum pulih sepenuhnya. Dukungan tersebut dapat membantu masyarakat memenuhi kebutuhan dasar selama masa pemulihan, sekaligus menunjang keberlangsungan komunikasi.

Corporate Secretary BRI Dhanny mengatakan, perluasan akses energi bersih merupakan bagian dari komitmen perusahaan dalam mendukung pembangunan nasional yang inklusif dan berkelanjutan. Menurutnya, pemanfaatan energi alternatif memiliki peran penting dalam menjaga aktivitas masyarakat, baik dalam kondisi normal maupun ketika menghadapi bencana.

“Pemanfaatan energi bersih memiliki peran penting dalam mendukung aktivitas ekonomi, mendorong pembangunan desa, serta menjaga keberlangsungan kegiatan masyarakat, termasuk saat terjadi gangguan pasokan listrik maupun bencana alam. Terlebih dalam situasi pascabencana, keberadaan sumber energi alternatif dapat membantu masyarakat tetap menjalankan aktivitas sehari-hari sekaligus mendukung pemulihan kehidupan sosial dan ekonominya secara bertahap,” ujar Dhanny.

Melalui program ini, BRI Peduli menggabungkan penyediaan akses energi bersih dengan penguatan ekonomi desa dan dukungan pemulihan pascabencana. Pendekatan tersebut diharapkan memberikan manfaat yang berkelanjutan, mulai dari menjaga layanan publik hingga mendukung kegiatan usaha masyarakat.

(tim)

No more pages