Selain membantu pendataan dan edukasi, Mas Dar mendorong kader Posyandu untuk berperan aktif dalam pengawasan pelaksanaan MBG. Kader dapat menjadi mitra BGN dalam memantau proses penyediaan makanan di SPPG, termasuk kesesuaian proses memasak, penerapan standar operasional prosedur (SOP), hingga ketepatan waktu distribusi.
“Kami juga membuka ruang bagi kader Posyandu untuk berkolaborasi dengan dapur-dapur SPPG. Mereka bisa melihat, memeriksa, dan memastikan apakah proses memasaknya sudah benar, SOP-nya dijalankan, serta bagaimana distribusinya. Kami ingin kader Posyandu menjadi mata dan telinga BGN di lapangan,” tutup Sudaryono.
BGN berharap sinergi dengan Tim Pembina Posyandu Pusat dapat memperkuat pelaksanaan MBG secara menyeluruh, mulai dari ketepatan data dan sasaran, edukasi gizi keluarga, hingga pengawasan distribusi makanan. Kolaborasi lintas sektor ini menjadi bagian dari upaya memastikan program berjalan efektif dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat, khususnya kelompok yang membutuhkan intervensi gizi.
(spt)































