Penyebabnya adalah aksi jual massal (sell-off) terhadap saham-saham teknologi. Sepertinya demam kecerdasan buatan (AI) mulai redup.
“Pasar saham mulai mempertimbangkan risiko bahwa boom AI sudah akan selesai. Mungkin gelembung (bubble) AI sudah mulai meletus,” tegas Tomoichiro Kubota, Chief Market Analyst di Matsui Securities Co, seperti diberitakan Bloomberg News.
Namun IHSG masih mampu bertahan di zona hijau. Sejumlah saham unggulan berkapitalisasi pasar besar (big caps) menjadi penyokong IHSG, seperti:
-
PT Bank Mandiri (Persero) Tbk (BMRI) menyumbang 13,33 poin.
-
PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BBRI) menyumbang 12,03 poin.
-
PT Amman Mineral Internasional Tbk (AMMN) menyumbang 8,04 poin.
-
PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk (TLKM) menyumbang 7,41 poin.
-
PT Barito Renewables Energy Tbk (BREN) menyumbang 6,25 poin.
Mencermati perdagangan hari ini, MNC Sekuritas berpendapat area penguatan minimal sebelumnya telah tercapai. IHSG diperkirakan berada di wave iv dari wave (iii) dari wave [v], dengan peluang menguat menuju 5.458-5.563.
“Waspadai potensi koreksi ke 5.332-5.366 dalam jangka pendek. Support 5.185-4.915, resistance 5.404-5.563,” tulis riset MNC Sekuritas.
Adapun saham-saham pilihan MNC Sekuritas hari ini adalah BRMS, CUAN, HRTA, dan UNVR.
- Dengan Asistensi Dian SP dan M Julian -
(aji)




























