"Peningkatan penggunaan komponen lokal juga berpotensi mengurangi ketergantungan terhadap pasokan impor dan mengefisienkan biaya logistik," papar perusahaan.
VinFast juga menyiapkan kawasan khusus pemasok atau Supplier Park di area manufaktur Subang. Kawasan ini dirancang untuk mengintegrasikan pemasok komponen otomotif lokal, termasuk IKM, ke dalam rantai pasok perusahaan.
"Melalui investasi jangka panjang, target TKDN hingga 80%, dan pelibatan pemasok lokal, Indonesia berpeluang meningkatkan nilai tambah industri kendaraan listrik sekaligus memperluas perannya dalam rantai pasok regional dan global."
Pabrik VinFast di Subang berdiri di atas lahan seluas 171 hektare. Fasilitas ini mulai beroperasi secara bertahap pada pertengahan Desember 2025, dengan investasi awal tahap pertama sebesar US$300 juta dari total komitmen investasi yang direncanakan melebihi US$1 miliar.
(ain)
































