Acton menyebut iklan itu “tercela” dan menuduh tim kampanye Ramaswamy telah mengeksploitasi ibunya, yang menurutnya sedang dalam kondisi “tidak sehat.” Anggota Partai Republik lainnya khawatir iklan ini dapat merugikan seluruh kandidat Partai Republik di Ohio, di mana Senator Jon Husted tengah menghadapi persaingan ketat untuk terpilih kembali melawan mantan Senator dari Partai Demokrat, Sherrod Brown.
Gubernur Ohio dari Partai Republik, Mike DeWine, sebelumnya pada hari Kamis telah mengecam iklan tersebut—menyebutnya “sangat meresahkan”—dan mendesak tim kampanye Ramaswamy untuk menariknya. Pernyataan ini menempatkan DeWine—yang masa jabatannya akan segera berakhir—dalam posisi berseberangan dengan kandidat Partai Republik yang berupaya menggantikannya, serta dengan pemimpin partainya sendiri.
Trump mengatakan bahwa DeWine telah bersikap “tidak setia” dan “mungkin menginginkan seorang ‘Dumocrat’ untuk menang”—sebuah julukan bernada ejekan untuk menyebut anggota Partai Demokrat.
“Di sisi lain, saya menyarankan agar Vivek terus melanjutkannya, dan membiarkan semua orang mendengarkan ibu dari seorang kandidat yang cacat, tidak jujur, dan tidak cakap, saat ia menjelaskan betapa putrinya itu merupakan sebuah bencana—seseorang yang tanpa kendali terus berbohong, berbuat curang, dan mencuri!” ujar Trump.
Pada hari Rabu, Trump memberikan tanggapan yang lebih ambigu saat ditanya mengenai iklan tersebut. Ia mengatakan kepada para wartawan bahwa ia “tidak tahu apa-apa” tentang hal itu, sembari menyiratkan bahwa klaim dari ibu Acton mungkin memiliki dasar kebenaran.
“Saya dengar sang ibu benar-benar berbalik menyerang putrinya sendiri; ia tidak menaruh banyak rasa hormat kepada putrinya, dan menurut saya, sang ibu juga merupakan saksi atas berbagai hal yang terjadi,” katanya.
(bbn)






























