Logo Bloomberg Technoz

Banyak investor dan analis menilai bahwa merger ini sebagai masalah “kapan,” bukan “apakah” — bahkan sebelum SpaceX go public awal tahun ini. Namun, menurut Elon Musk, hal itu bukanlah sesuatu yang tak terelakkan. “Saya rasa ada orang di luar sana yang menganggap merger SpaceX dan Tesla adalah kepastian,” katanya. “Saya rasa itu terlalu berlebihan.” Jika keduanya benar-benar bergabung, kemungkinan besar ini akan menjadi merger korporat terbesar sepanjang sejarah.

Mengapa menggabungkan Tesla dan SpaceX?

Sekilas, mungkin tampak bahwa Tesla dan SpaceX tidak memiliki banyak kesamaan — selain dimiliki oleh Musk. Satu perusahaan memproduksi kendaraan listrik, yang lain meluncurkan roket dan satelit ke luar angkasa.

Apa kesamaan Tesla dan SpaceX? Kecerdasan buatan.

Kedua perusahaan tersebut telah mengalihkan fokus ke bidang AI dalam beberapa tahun terakhir. Tesla sedang merambah ke bidang pengemudian otonom dan robot humanoid, sementara SpaceX—yang pada Februari lalu mengakuisisi xAI, perusahaan pengembang AI milik Musk—telah menjadi penyedia utama daya komputasi bagi Anthropic PBC, Alphabet Inc., dan perusahaan lain, serta memiliki ambisi untuk mendirikan pusat data di luar angkasa.

Menurut perkiraan para analis, AI diprediksi akan menjadi sumber pendapatan terbesar bagi SpaceX tahun ini.

Akankah SpaceX dan Tesla Bergabung? Inilah Hal yang Perlu Diketahui (Bloomberg)

Elon Musk ingin menguasai rantai pasok AI, mulai dari chip hingga pusat data. Menggabungkan dua perusahaan terbesarnya menjadi sebuah konglomerat teknologi dapat membantunya mewujudkan hal ini. Keduanya telah berkolaborasi untuk memasuki bisnis pembuatan chip. Sebuah pabrik fabrikasi yang direncanakan, bernama Terafab, akan memproduksi semikonduktor di Texas untuk kendaraan listrik (EV) Tesla, robotaksi, dan robot Optimus, serta chip khusus untuk satelit AI orbital SpaceX.

Hubungan bisnis antara kedua perusahaan tersebut semakin menguat dalam beberapa tahun terakhir. SpaceX telah menghabiskan lebih dari US$1 miliar untuk baterai skala utilitas Tesla guna membantu menyuplai daya ke pusat data xAI, dan juga telah membeli Cybertrucks senilai lebih dari US$100 juta. Sementara itu, Tesla memiliki saham kecil di SpaceX setelah investasi US$2 miliar di xAI dikonversi menjadi ekuitas SpaceX pasca-akuisisi.

Antara melanjutkan kolaborasi atau melakukan merger

Mengembangkan AI dan membangun infrastruktur pendukungnya membutuhkan biaya besar. Baik SpaceX maupun Tesla tidak mengalami kesulitan dalam mengamankan dana, namun menggabungkan keduanya dapat mempermudah proses meminjam dan menggalang dana dalam jumlah besar yang dibutuhkan untuk mewujudkan visi AI Musk serta bersaing dengan pesaing seperti Anthropic dan OpenAI. xAI menghabiskan $1 miliar per bulan per pertengahan 2025.

Tesla kini berada di bawah tekanan karena meningkatkan pengeluaran untuk proyek-proyek futuristiknya, sementara penjualan EV — sumber pendapatan utama bisnis ini — diperkirakan hanya akan mengalami pertumbuhan yang moderat pada 2026 setelah mengalami penurunan selama dua tahun berturut-turut. Konsensus para analis menunjukkan bahwa arus kas bebas akan berubah menjadi negatif untuk pertama kalinya sejak 2018.

Akankah SpaceX dan Tesla Bergabung? Inilah Hal yang Perlu Diketahui (Bloomberg)

Beberapa pemegang saham Tesla telah mengutarakan kekhawatiran terkait perhatian Elon Musk yang terpecah karena ia harus mengelola berbagai usaha sekaligus. Konsolidasi akan menghilangkan dasar keluhan semacam itu dan memudahkan penggabungan sumber daya di seluruh usahanya.

Elon Musk memiliki rekam jejak dalam menggabungkan bisnis-bisnisnya yang berbeda, terutama saat bisnis tersebut sedang mengalami kesulitan. Tesla mengakuisisi SolarCity, produsen panel surya atap yang terbebani utang, dalam kesepakatan kontroversial pada 2016. 

Para kritikus mengatakan langkah tersebut merupakan bailout dan menyoroti beberapa konflik kepentingan, tidak terkecuali fakta bahwa Elon Musk saat itu menjabat sebagai ketua dan pemegang saham terbesar SolarCity. 

Elon Musk membeli Twitter pada tahun 2022 dan mengubahnya menjadi X, jejaring media sosial tersebut mengalami eksodus pengguna dan pengiklan, serta akhirnya diambil alih oleh xAI tahun lalu.

Elon Musk memiliki rekam jejak dalam menggabungkan berbagai bisnisnya, terutama ketika bisnis-bisnis tersebut sedang mengalami kesulitan. Tesla mengakuisisi SolarCity—sebuah perusahaan pembuat panel surya atap yang terbebani utang—melalui kesepakatan kontroversial pada tahun 2016. Para kritikus menyebut langkah tersebut sebagai bailout dan menyoroti beberapa konflik kepentingan, terutama karena Musk saat itu menjabat sebagai ketua dewan direksi dan pemegang saham terbesar SolarCity. 

Pasca Elon Musk membeli Twitter pada tahun 2022 dan mengubahnya menjadi X, platform media sosial tersebut mengalami eksodus pengguna dan pengiklan, dan akhirnya diakuisisi oleh xAI tahun lalu. xAI yang merugi kemudian digabungkan dengan SpaceX.

Akankah SpaceX dan Tesla Bergabung? Inilah Hal yang Perlu Diketahui (Bloomberg)

Bagaimana struktur kesepakatan ini dapat terbentuk?

SpaceX saat ini merupakan perusahaan yang lebih bernilai dengan kapitalisasi pasar US$2 triliun pada pertengahan Oktober, dibandingkan dengan Tesla yang US$1,5 triliun. Artinya, SpaceX kemungkinan besar akan menjadi pihak yang mengakuisisi. 

Jika SpaceX mengusulkan kesepakatan seluruhnya dalam bentuk saham, SpaceX akan menetapkan rasio pertukaran untuk menentukan berapa banyak saham SpaceX yang bersedia ditawarkan untuk menukar satu saham Tesla. Pemegang saham Tesla tentu menginginkan premi di atas harga saham mereka saat ini.

Merger dapat mengencerkan kepemilikan investor jika mereka akhirnya memiliki porsi yang lebih kecil dari entitas gabungan. Apakah kesepakatan tersebut akan lebih mengencerkan kepemilikan pemegang saham SpaceX atau Tesla akan bergantung pada valuasi kedua perusahaan. Bagi investor Tesla, selisih valuasi yang lebih kecil akan memaksimalkan kepemilikan mereka atas perusahaan hasil merger. Saham Tesla telah berkinerja lebih buruk daripada saham SpaceX selama sebagian besar masa SpaceX sebagai perusahaan publik.

Akankah SpaceX dan Tesla Bergabung? Inilah Hal yang Perlu Diketahui (Bloomberg)

Nilai akhir transaksi tersebut akan bergantung pada premi yang dibayarkan serta adanya atau tidaknya komponen tunai dan utang yang diambil alih. Meski demikian, kerja sama antara SpaceX dan Tesla kemungkinan besar akan menjadi merger korporasi terbesar sepanjang masa, melampaui akuisisi senilai sekitar US$200 miliar yang dilakukan Vodafone Group Plc terhadap konglomerat Jerman Mannesmann pada tahun 2000.

Berapa nilai entitas gabungan Tesla dan SpaceX?

Tesla dan SpaceX sudah menjadi bagian dari kelompok elit perusahaan yang bernilai lebih dari US$1 triliun. Berdasarkan kapitalisasi pasar mereka pada pertengahan Oktober, nilai entitas gabungan tersebut bisa mendekati US$3,5 triliun. Hal itu akan menjadikannya perusahaan terbesar kelima di dunia, di belakang raksasa teknologi seperti Nvidia Corp. dan Apple Inc.

Akankah SpaceX dan Tesla Bergabung? Inilah Hal yang Perlu Diketahui (Bloomberg)

Apakah Elon Musk akan memiliki kendali lebih besar atas perusahaan?

Elon Musk sudah memiliki kendali yang kuat atas SpaceX. Berkat struktur saham multi-kelas — di mana saham Kelas A memiliki satu suara per saham dan saham Kelas B memiliki 10 suara — ia memiliki sekitar 48% saham tetapi lebih dari 80% hak suara.

Sebaliknya, Tesla memiliki satu kelas saham saja dan kepemilikan Musk mendekati 20%. Ia sudah lama menginginkan kendali yang lebih besar atas produsen mobil listrik tersebut.

Jika SpaceX mengakuisisi Tesla, Elon Musk dapat mengamankan hak suara mayoritas di entitas baru tersebut. Analis di Barclays memperkirakan bahwa ia dapat memiliki 37% saham di perusahaan gabungan tersebut dan 56% hak suara. Merger ini juga dapat membantu Musk mencapai beberapa tonggak penting yang tercantum dalam paket kompensasinya, seperti target kapitalisasi pasar, serta membuka hak atas penghargaan ekuitas.

Apakah investor dapat menggagalkan kesepakatan jika mereka tidak setuju?

Hak suara yang sangat besar yang dimiliki Musk di SpaceX berarti sebuah merger akan mendapat lampu hijau dari pihak tersebut hanya dengan restunya saja. Anggaran dasar perusahaan membatasi kemampuan investor untuk mengambil tindakan hukum guna menggugat keputusan dan juga lebih mengutamakan arbitrase.

Dalam hal Tesla, Elon Musk tidak akan bisa merealisasikan kesepakatan itu sendirian. Mayoritas pemegang saham harus menyetujui merger tersebut dan belum jelas apakah ambang batas ini dapat tercapai.

Meski demikian, para investor biasanya memberikan keleluasaan yang besar kepada Elon Musk, dengan mendukung visi jangka panjangnya tentang masa depan yang didukung oleh kecerdasan buatan (AI).

Pemegang saham Tesla yang ingin menghalangi merger akan memiliki sedikit pilihan. Sejak perusahaan memindahkan domisili hukumnya dari Delaware ke Texas pada tahun 2021, semakin sulit bagi pemegang saham untuk mengajukan gugatan yang sebelumnya sempat menggagalkan sementara salah satu paket gaji Elon Musk sebelumnya. 

Di Texas, pemegang saham harus memiliki setidaknya 3% saham perusahaan untuk dapat mengajukan gugatan derivatif, yang berarti mereka menggugat dewan direksi atas nama perusahaan atas pelanggaran kewajiban fidusia. Selain Elon Musk, hanya segelintir investor institusional besar yang memenuhi ambang batas kepemilikan ini sendirian. Ini merupakan standar yang tinggi untuk dipenuhi oleh koalisi pemegang saham.

Apakah merger tersebut dijegal regulasi?

Mungkin akan ada pengawasan ketat di AS terkait potensi implikasi terhadap keamanan nasional. SpaceX adalah kontraktor pemerintah besar yang tunduk pada pembatasan ketat terkait pembagian informasi teknis mengenai sistem pertahanan, perekrutan, dan bisnis dengan pihak asing. Agar merger dapat dilanjutkan, Tesla kemungkinan harus memisahkan operasinya di China, yang bertanggung jawab atas sekitar setengah dari produksi kendaraan global perusahaan dan berfungsi sebagai pusat ekspor internasional. 

Elon Musk sendiri membantah laporan Wall Street Journal pada bulan Juli bahwa produsen mobil tersebut sedang mempertimbangkan kemungkinan pemisahan, penjualan, atau penutupan operasinya di China.

Merger yang melibatkan dua perusahaan publik besar kemungkinan akan memerlukan persetujuan regulasi di berbagai yurisdiksi. Pemerintah China mungkin memiliki kekhawatiran bahwa kontraktor pertahanan AS secara efektif mengendalikan pabrik-pabrik Tesla di negara tersebut dan memiliki akses ke data yang dikumpulkan dari pelanggan EV China.

Prosesnya kemungkinan akan lebih mudah di AS di bawah pemerintahan Trump. Pada pertengahan Oktober, pasar prediksi Kalshi memperkirakan peluang terjadinya penggabungan SpaceX-Tesla sebelum tahun 2028 — tahun pemilihan presiden AS berikutnya — sebesar 75%.

(bbn)

No more pages