Logo Bloomberg Technoz

Kondisi makroekonomi di China sulit, dengan krisis properti dan pasar keuangan yang tertekan, ditambah kebijakan terbaru pemerintah yang mengenakan pajak atas kekayaan di luar negeri. Kebijakan tersebut membebani konsumen terkaya, kata Chief Financial Officer Eric du Halgouët kepada wartawan dalam konferensi telepon.

Secara keseluruhan, penjualan Hermès pada periode tersebut tumbuh 4,3%, lebih rendah daripada ekspektasi.

Dampak Kerusuhan

Pekan lalu, pesaing Hermès, LVMH Moët Hennessy Louis Vuitton SE, melaporkan penjualan yang mengecewakan akibat lemahnya kinerja di China. Kondisi tersebut mencakup kontroversi yang melibatkan merek terbesarnya, Louis Vuitton, di negara itu.

Para analis meningkatkan kekhawatiran mengenai kemampuan Hermès mempertahankan statusnya sebagai merek ultraeksklusif. Mereka menyoroti semakin mudahnya konsumen mendapatkan tas Birkin dan Kelly yang banyak diburu, baik di toko maupun melalui platform penjualan barang bekas.

Hermès juga menghadapi dampak kerusuhan akhir pekan yang mengguncang Prancis. Tokonya di Marseille dijarah dan “tidak akan dibuka kembali dalam waktu dekat,” kata du Halgouët.

Jendela toko Hermès di Nantes, Lyon, serta di Avenue George V, Paris, dekat Champs-Élysées, dipecahkan oleh para perusuh. Hermès sejak itu memperketat langkah-langkah keamanan.

“Masih terlalu dini untuk menilai apakah kejadian ini akan berdampak terhadap pelanggan wisatawan asing dalam beberapa pekan mendatang,” tambahnya.

(bbn)

No more pages