Logo Bloomberg Technoz

Oleh karena itu, banyak saham-saham unggulan di Bursa Efek Indonesia (BEI) yang harganya sudah mega-diskon. Ini membuat investor menerapkan strategi bargain hunting alias serok di bawah.

“Koreksi tersebut memicu peluang bargain hunting, terutama untuk saham-saham yang sebelumnya terkoreksi tajam sehingga valuasinya menjadi lebih menarik,” sebut riset Mirae Asset Sekuritas.

Sentimen domestik ini yang membuat IHSG mampu melesat ketika indeks saham Asia cenderung tertekan. KOSPI (Korea Selatan) menjadi yang terlemah dengan koreksi 3,52%. Bahkan dalam perdagangan intraday, bursa saham Negeri Ginseng sempat ambruk lebih dari 4%.

Kejatuhan saham-saham teknologi, terutama di bisnis kecerdasan buatan (AI), menjadi beban berat bagi KOSPI. Pembicaraan soal gelembung (bubble) AI pun mulai mengemuka.

“Pasar memberitahu bahwa kita sebaiknya beralih (move on) dari AI,” ujar Kaanhari Singh, APAC Head of Equity Derivatives Sales di Barclays Pcs, seperti dikutip dari Bloomberg News.

Sementara itu, indeks saham utama Asia lainnya juga merah. Seperti Nikkei 225 (Jepang) ambruk 2,62%, Shanghai Composite (China) jatuh 1,48%), Sensex (India) turun 0,71%, TAIEX (Taiwan) berkurang 1,81%, Straits TImes (Singapura) melemah 0,5%, PSEi (Filipina) terpangkas 0,72%, dan Hang Seng (Hong Kong) terjungkal 3,06%.

Oleh karena itu, IHSG menjadi sangat layak untuk mendapat predikat sebagai indeks saham dengan kinerja terbaik di Benua Kuning hari ini.

- Dengan asistensi Dian SP dan M Julian-

(aji)

No more pages