Untuk mengembangkan kapasitas bisnisnya, Ari memanfaatkan KUR BRI sebagai tambahan modal usaha. Pembiayaan tersebut digunakan untuk meningkatkan kemampuan produksi, memperluas pemasaran, serta melibatkan lebih banyak warga dalam proses pengolahan makanan ringan.
Langkah tersebut menjadi bagian dari upaya Ari menjaga keberlanjutan usaha sekaligus memperluas dampak ekonominya di tingkat lokal. Dengan kegiatan produksi yang terus berjalan, PD Comring Sawargi tidak hanya mengandalkan potensi singkong sebagai bahan baku, tetapi juga menjadi sumber penghasilan bagi masyarakat di sekitarnya.
Usaha Comring Buka Peluang Kerja Warga
Saat ini, sebanyak 12 warga terlibat dalam berbagai tahapan produksi PD Comring Sawargi. Mereka menjalankan pekerjaan mulai dari mengupas dan memarut singkong, mengolahnya menjadi comring, hingga mengemas produk sebelum dipasarkan.
Sistem kerja yang fleksibel memungkinkan para pekerja memperoleh tambahan pendapatan tanpa harus meninggalkan tanggung jawab rumah tangga. Pola tersebut menjadi salah satu karakteristik usaha yang dikembangkan Ari untuk menyesuaikan kegiatan produksi dengan kebutuhan warga.
Menurut Ari, keberadaan usaha comring memberikan manfaat yang melampaui penjualan produk. Aktivitas produksi turut membuka kesempatan bagi warga untuk berkontribusi dalam kegiatan ekonomi sekaligus membantu menambah pendapatan keluarga.
“Usaha comring ini membantu menambah penghasilan keluarga mereka. Waktu kerjanya juga cukup fleksibel sehingga tidak mengganggu tanggung jawab di rumah. Para pekerja terlibat mulai dari mengupas dan memarut singkong, mengolahnya menjadi comring, hingga mengemas produk untuk dijual,” ungkap Ari.
Meski terus mengembangkan usaha, Ari masih menghadapi tantangan dalam menjaga ketersediaan bahan baku. Pasokan singkong dari petani sekitar dapat berkurang ketika musim kemarau, sementara kondisi tersebut berpotensi mendorong kenaikan harga.
Untuk menjaga kegiatan produksi tetap berjalan, Ari mencari pasokan singkong dari luar daerah saat ketersediaan bahan baku lokal menurun. Langkah ini diperlukan agar proses pengolahan dan pemasaran produk tidak terhenti akibat kendala pasokan.
Pengelolaan bahan baku menjadi salah satu faktor penting bagi keberlangsungan usaha makanan ringan berbasis hasil pertanian. Ketersediaan singkong yang memadai membantu PD Comring Sawargi mempertahankan proses produksi sekaligus memenuhi kebutuhan pasar.
Ari menilai pembiayaan KUR BRI turut membantu usahanya menghadapi kebutuhan modal dalam proses pengembangan. Tambahan modal memberikan ruang bagi usaha untuk meningkatkan produksi dan memperluas jangkauan pemasaran.
“Alhamdulillah, KUR BRI membantu memenuhi kebutuhan modal sehingga kami dapat meningkatkan produksi dan memperluas pemasaran. Perkembangan usaha ini juga memberikan manfaat ekonomi bagi keluarga kami dan warga sekitar,” tambahnya.
Riset BRI Catat Peningkatan Omzet UMKM
Perjalanan PD Comring Sawargi sejalan dengan hasil riset BRI Research Institute pada 2025 bertajuk Survei Efektivitas KUR dan Beban Biaya UMKM. Riset tersebut menunjukkan bahwa pembiayaan KUR BRI memberikan dampak positif terhadap peningkatan omzet usaha pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).
Berdasarkan survei terhadap 2.928 responden penerima pinjaman BRI, sebanyak 66,2% debitur melaporkan peningkatan omzet usaha. Dari keseluruhan responden, 45,9% mencatat kenaikan omzet pada kisaran 5% hingga 15%.
Temuan tersebut mengindikasikan adanya perbaikan aktivitas usaha di kalangan responden seiring meningkatnya akses terhadap pembiayaan produktif. Meski demikian, perkembangan masing-masing usaha tetap dipengaruhi oleh berbagai faktor, termasuk ketersediaan bahan baku, kemampuan produksi, pengelolaan usaha, dan permintaan pasar.
Bagi pelaku UMKM yang mengolah hasil pertanian menjadi produk siap jual, akses modal dapat mendukung peningkatan kapasitas produksi dan pengembangan pemasaran. Namun, pengelolaan pasokan serta keberlanjutan permintaan juga menjadi bagian penting untuk menjaga usaha tetap berjalan.
Direktur Micro BRI Akhmad Purwakajaya mengatakan, penyaluran KUR merupakan bagian dari komitmen BRI dalam mendukung agenda Asta Cita, khususnya melalui penciptaan lapangan kerja berkualitas dan pengembangan kewirausahaan.
"Melalui KUR, BRI membantu UMKM tumbuh lebih tangguh, naik kelas, dan berdaya saing di pasar. Peningkatan omzet yang dicapai para debitur menjadi bukti bahwa inklusi keuangan mampu mendorong pertumbuhan ekonomi di tingkat akar rumput," ujar Akhmad.
Pembiayaan produktif melalui KUR diharapkan membantu pelaku usaha memperkuat fondasi bisnis, meningkatkan daya saing, dan memperluas kontribusi terhadap perekonomian masyarakat. Dukungan tersebut juga sejalan dengan upaya membuka kesempatan kerja melalui pengembangan usaha di berbagai daerah.
Kisah PD Comring Sawargi memperlihatkan bagaimana potensi singkong lokal dapat dikembangkan menjadi produk makanan ringan yang memiliki nilai ekonomi. Sejak dirintis pada 2004, usaha Ari terus berkembang dengan mengandalkan bahan baku pertanian, jaringan pemasaran, serta keterlibatan warga sekitar.
Dengan dukungan pembiayaan KUR BRI, Ari berupaya menjaga kelangsungan produksi sekaligus memperluas manfaat usaha bagi masyarakat. Pengembangan PD Comring Sawargi menjadi contoh upaya pelaku UMKM mengolah potensi lokal untuk menciptakan peluang usaha dan menambah penghasilan keluarga di Kabupaten Garut.
(tim)





























