Logo Bloomberg Technoz

Pelaku pasar melihat, secara teknikal ada level resistensi Bitcoin hingga US$87.422,70. Ke depan pasar aset digital banyak dipengaruhi situasi ekonomi global, seperti arah pergerakan tingkat bunga bank sentral Amerika Serikat (The Fed) hingga laju minyak yang akan memengaruhi inflasi, dimana WTI terakhir bertengger di US$98 dan Brent di US$110.

Untuk diketahui, pasar spekulatif seperti Bitcoin cs menjadi menarik atau justru dilupakan, sangat erat kaitannya dengan gejolak minyak, yang hari ini banyak dipicu ketegangan di kawasan Timur Tengah. Gerak minyak mendorong inflasi, yang kemudian mengerek tingkat yield surat utang AS. Tawarkan tingkat bunga lebih tinggi dengan risiko hampir nol bakal menarik dana global dari pasar kripto dan ekuitas global.

Pasar saham yang lemah mendorong pergerakan Bitcoin kembali ke posisinya yang tercipta baru-baru ini, terang Caroline Mauron dari Orbit Markets, dikutip dari Bloomberg News.

“Kami memperkirakan level US$85.000 akan diuji kembali dalam beberapa hari mendatang, walau keyakinan pasar kemungkinan akan tetap terbatas,”  urai Mauron yang kemudian mencatat bahwa sinyal hawkish dari Fed bisa jadi beban baru sentimen pasar. Sementara, bursa Deribit merekam harga opsi dengan posisi jual yang segera jatuh tempo hari Jumat sebesar US$78.000. 

(wep)

No more pages