Logo Bloomberg Technoz

Sementara itu, terkait premi, OJK belum melihat adanya sinyal penyesuaian premi secara massal yang disebabkan oleh fenomena Influenza A saja.

“Penetapan premi asuransi kesehatan pada prinsipnya dilakukan berdasarkan analisis aktuaria yang bersifat jangka panjang, dengan mempertimbangkan antara lain pengalaman dan tren klaim historis, proyeksi inflasi medis, serta kecukupan risiko atau risk margin,” kata Ogi.

Ogi juga menekankan bahwa  penyesuaian premi tidak hanya didasarkan pada fluktuasi klaim dalam jangka pendek.

Sementara itu, OJK mencatat klaim lini usaha kesehatan pada industri asuransi jiwa per Agustus 2026 tercatat sebesar Rp16,87 triliun, meningkat 10,29% yoy.

Pada periode yang sama, pendapatan premi kesehatan mencapai Rp27,16 triliun, tumbuh 12,01% yoy. Dengan demikian, pertumbuhan premi masih lebih tinggi dibandingkan pertumbuhan klaim.

“Meskipun demikian, perkembangan klaim kesehatan tetap perlu dicermati, terutama di tengah peningkatan biaya pelayanan kesehatan dan potensi perubahan pola pemanfaatan layanan kesehatan, agar kecukupan premi dan keberlanjutan perlindungan bagi pemegang polis tetap terjaga,” sebut Ogi.

Berdasarkan data Kementerian Kesehatan hingga 12 September 2026, proporsi influenza pada minggu epidemiologi ke-35 meningkat menjadi 38%, dari 22% pada minggu sebelumnya. Dari kasus influenza yang terdeteksi, 33% terjadi pada kelompok usia 0-4 tahun.

Data tersebut dikumpulkan dari pemeriksaan di 13 B/BLKM, sembilan rumah sakit, dan Laboratorium Biologi Kesehatan. Kemenkes menyebut data dalam beberapa minggu terakhir masih bersifat sementara sehingga dapat berubah.

Pada minggu ke-35, dari total 175 spesimen yang diperiksa, terdeteksi 66 kasus positif influenza. Kasus tersebut terdiri dari dua positif Influenza A (H3N2), 63 positif Influenza A (H1N1Pdm09), dan satu positif Influenza B (Victoria).

Sementara itu, berdasarkan pemeriksaan multipatogen pada minggu ke-35, proporsi kasus positif lainnya terdiri dari Rhinovirus (HRV) sebesar 13% dan Parainfluenza Virus (PIV) 1 sebesar 6%.

Kasus influenza tersebut tersebar di 13 provinsi. Provinsi dengan proporsi kasus terbanyak adalah Jawa Timur dan Kalimantan Selatan, masing-masing sebesar 24%.

Berdasarkan kelompok usia, mayoritas kasus berada pada kelompok usia 6-18 tahun sebesar 35%, disusul usia 19-59 tahun sebesar 28%, 1-5 tahun sebesar 22%, 60 tahun ke atas sebesar 12%, dan di bawah 1 tahun sebesar 3%. Mayoritas kasus merupakan perempuan, yakni 61% atau 46 kasus.

(ell)

No more pages