Saham-saham yang menjadi top laggards dan membebani laju IHSG antara lain:
-
PT Ekamas Mora Republik Tbk (MORA) mengurangi 3,68 poin.
-
PT Merdeka Gold Resources Tbk (EMAS) mengurangi 3,49 poin.
-
PT Energi Mega Persada Tbk (ENRG) mengurangi 2,03 poin.
-
PT DCI Indonesia Tbk (DCII) mengurangi 1,85 poin.
-
PT United Tractors Tbk (UNTR) mengurangi 1,07 poin.
Namun masih ada sejumlah saham yang menjadi top movers sehingga menahan agar IHSG tidak jatuh lebih dalam, yaitu:
-
PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) menyumbang 6,87 poin.
-
PT Barito Renewables Energy Tbk (BREN) menyumbang 6,25 poin.
-
PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk (TLKM) menyumbang 5,56 poin.
-
PT Bayan Resources Tbk (BYAN) menyumbang 4,93 poin.
-
PT Chandra Asri Pacific Tbk (TPIA) menyumbang 3,32 poin.
Namun kini situasi berbalik. Pada pukul 09:25 WIB, IHSG menguat 0,3% ke 5.344,42.
MNC Sekuritas Indonesia dalam risetnya menyebutkan bahwa tekanan jual di pasar saham Tanah Air mulai muncul pada perdagangan kemarin. IHSG diperkirakan berada di wave iv dari wave (iii) dari wave [v], dengan peluang menguat ke 5.407–5.458. Namun waspadai risiko koreksi ke 5.117–5.166.
Kemudian CGS International Sekuritas Indonesia menyatakan, menguatnya indeks di bursa Wall Street dan naiknya harga beberapa komoditas serta keputusan Bank Indonesia (BI) menahan suku bunga acuan diprediksi akan menjadi sentimen positif di pasar. Sementara itu, pernyataan terbaru dari presiden Prabowo Subianto terkait MSCI dan masih berlangsungnya aksi jual investor asing berpeluang menjadi sentimen negatif di pasar.
“IHSG diprediksi akan bergerak bervariasi cenderung melemah dengan kisaran support 5.185-5,040 dan resisten 5.470-5.615,” demikian riset CGS International Sekuritas Indonesia.
- Dengan asistensi Dian SP dan M Julian -
(aji)




























