Logo Bloomberg Technoz

Dari dalam negeri, pelaku pasar mencermati hasil Rapat Dewan Gubernur (RDG) Bank Indonesia pada 20–21 Oktober 2026. Bank Indonesia memutuskan mempertahankan BI-Rate sebesar 5,75%, di tengah tekanan terhadap rupiah yang mendekati level Rp18.000 per dolar AS.

Pasar juga menantikan dampak pidato Presiden Prabowo Subianto untuk mencermati arah kebijakan ekonomi dan investasi pemerintah. Kejelasan kebijakan yang mendukung stabilitas pasar diharapkan dapat menopang sentimen, meskipun risiko arus modal keluar atau capital outflow masih membayangi pergerakan saham domestik.

Secara teknikal, Chory memperkirakan IHSG memiliki level support di kisaran 5.200, dengan resistance terdekat di 5.350. Jika mampu menembus area resistance tersebut, momentum pemulihan berpeluang menguat menuju area 5.400.

Namun, indikator MACD masih berada di zona negatif dengan garis MACD di bawah garis sinyal, yang mengindikasikan tekanan bearish belum sepenuhnya mereda. Apabila IHSG kembali menembus support 5.200, indeks berisiko melanjutkan koreksi menuju area 5.100.

Sementara itu, BNI Sekuritas menetapkan area support IHSG di kisaran 5.150–5.200 dan resistance di 5.400–5.480.

Di tengah proyeksi pergerakan IHSG yang cenderung melemah, BNI Sekuritas merekomendasikan sejumlah saham untuk dicermati pada perdagangan hari ini, yakni PT Amman Mineral Internasional Tbk. (AMMN), PT Dian Swastatika Sentosa Tbk. (DSSA), PT Vale Indonesia Tbk. (INCO), PT Map Aktif Adiperkasa Tbk. (MAPA), PT Kalbe Farma Tbk. (KLBF), dan PT Pertamina Geothermal Energy Tbk. (PGEO).

Di sisi lain, BRI Danareksa Sekuritas merekomendasikan strategi buy untuk PT Harum Energy Tbk. (HRUM), PT Bukit Asam Tbk. (PTBA), dan PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk. (BBNI).

(roy)

No more pages