Sementara, BI juga menyebut bahwa Neraca perdagangan periode Agustus 2026 mencatat surplus sebesar US$3,55 miliar (Rp63,9 triliun) meningkat dibandingkan dengan surplus bulan sebelumnya yang sebesar US$12 juta miliar (Rp216 miliar)
“Neraca pembayaran Indonesia atau NPI perlu terus diperkuat guna meningkatkan ketahanan eksternal di tengah ketidakpastian global yang tetap tinggi,” sebut BI.
Sebelumnya, Goldman Sachs menyebut penghapusan Indonesia dari Indeks MSCI memicu arus dana keluar US$5,6 miliar atau setara sekitar Rp100,8 triliun.
Jumlah tersebut setara dengan volume perdagangan harian rata-rata selama 18 hari untuk saham-saham konstituen MSCI Indonesia Investable Market Index.
Tambahan dana sebesar US$2,7 miliar juga berisiko keluar jika FTSE mengambil langkah serupa, menurut analis, termasuk Alvin So dan Timothy Moe, dalam sebuah catatan riset.
(ell)

























