Keputusan ini agak di luar prediksi. Konsensus yang dihimpun Bloomberg menghasilkan median proyeksi suku bunga acuan di 5,88%.
Artinya konsensus itu tidak bulat. Proporsi yang memperkirakan BI Rate ditahan 5,75%, naik 25 basis poin (bps) menjadi 6%, bahkan naik 50 bps ke 6,25% signifikan dalam mewarnai padangan pelaku pasar.
“Jika BI mempertahankan suku bunga dengan komunikasi yang meyakinkan mengenai stabilitas rupiah, maka sentimen saham perbankan dan pasar obligasi berpotensi terbantu. Sebenarnya mempertahankan BI Rate sambil mengoptimalkan intervensi valuta asing, instrumen lindung nilai, dan pengelolaan likuiditas merupakan alternatif yang masuk akal selama tekanan nilai tukar masih dapat dikendalikan,” terang riset Mirae Asset Sekuritas Indonesia.
(aji)
























