Logo Bloomberg Technoz

Selain dampak langsung, kemarau panjang juga berpotensi meningkatkan risiko penyakit akibat perubahan kondisi lingkungan. 

Berkurangnya ketersediaan air bersih dan memburuknya sanitasi dapat meningkatkan risiko diare dan demam tifoid atau tifus. 

Perubahan lingkungan juga dapat memengaruhi risiko penyakit tular vektor, seperti demam berdarah dengue (DBD) dan malaria.

Aji secara khusus mengingatkan kelompok pekerja informal yang banyak beraktivitas di luar ruangan, seperti pedagang kaki lima, pengemudi ojek, dan buruh bangunan. 

"Kelompok tersebut dinilai perlu mendapat perhatian karena sering kali tidak memiliki keleluasaan untuk menghentikan pekerjaan ketika suhu sedang tinggi,"katanya.

“Kami mengimbau mereka untuk minum air secara berkala sebelum merasa haus, jangan sampai lelah berlebihan dan beristirahat di tempat teduh, menggunakan pakaian ringan dan pelindung kepala, serta mengurangi pekerjaan berat pada waktu terpanas jika memungkinkan,” lanjut Aji.

Masyarakat juga diminta segera menghentikan aktivitas apabila mengalami gejala seperti pusing, mual, kram, suhu tubuh sangat tinggi, atau kelemahan yang tidak biasa. 

Gejala tersebut perlu diwaspadai karena dapat menandakan bahwa tubuh mengalami gangguan akibat paparan panas.

Aji mengingatkan masyarakat agar segera mencari pertolongan medis apabila muncul gejala yang lebih serius, seperti kebingungan, kejang, sesak napas, atau penurunan kesadaran. 

Penanganan dapat dilakukan dengan mendatangi dokter atau fasilitas pelayanan kesehatan terdekat karena kondisi tersebut dapat menjadi tanda keadaan darurat akibat panas.

(dec/spt)

No more pages