Faisal juga mengatakan, langkah lain yang dilakukan oleh BMKG adalah melakukan Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) yang menggabungkan dry ice dan NaCl.
“Hujan dengan intensitas tinggi sudah terjadi di Sumatera Selatan, Kalimantan Tengah, dan Kalimantan Selatan setelah pelaksanaan OMC,” tutupnya.
Musim hujan akan mundur
Terkait musim hujan, Faisal menjelaskan bahwa musim kemarau kali ini bertepatan dengan fenomena El Niño yang sangat kuat, sehingga awal musim hujan diperkirakan sedikit mundur.
“Musim hujan diperkirakan mulai terjadi pada November hingga Desember,” kata Faisal.
“Sifat hujannya diperkirakan normal, artinya curah hujan yang turun sama dengan rata-rata klimatologis selama 30 tahun terakhir. Namun, periodenya lebih pendek sehingga hujan lebat, sangat lebat, hingga ekstrem diperkirakan lebih sering terjadi pada akhir tahun hingga awal tahun depan,” tambahnya.
Karena itu, bencana hidrometeorologi basah, seperti banjir dan tanah longsor, perlu kita antisipasi mulai sekarang.
(spt)



























