Logo Bloomberg Technoz

“Per Januari hingga September telah berhasil direalisasikan investasi sebesar 46 triliun dan penambahan 53 ribu tenaga kerja,” sebut Airlangga.

Menurutnya, potensi investasi yang akan didatangkan melalui KEK ini cukup besar, sebut saja KEK Kesehatan yang tengah didorong di Sanur dan Batam dengan potensi yang dibidik adalah 2 juta masyarakat yang berobat di luar negeri.

“Potensi devisa dari sektor kesehatan jumlah warga yang berobat ke luar negeri termasuk Singapura, Penang dan yang lain itu sekitar 2 juta orang dan biaya yang dibayarkan sekitar Rp200 triliun,” sebut Airlangga.

Tak cuma KEK Kesehatan, pemerintah juga terus mendorong KEK di sektor pariwisata yang menargetkan16 sampai 17,6 juta wisman dengan target devisa sekitar US$24 miliar (Rp431 T dengan asumsi US$1 sama dengan 17.984) yang diklaim setara dengan eskpor kelapa sawit. 

Airlangga sendiri mebeberkan terdapar 6 KEK yang tengah dikembangkan diantaranya Mandalika dengan target 1,6 juta wisatawan, Kura-Kura Bali dengan target 600 ribu wisatawan, dan Tanjung Lesung dengan target 1,5 juta wisatawan.

Selain sektor pariwisata, Airlangga juga menyoroti potensi investasi dari KEK industri, terutama KEK Sei Mangkei, Kendal, dan Gresik.

Ia memaparkan, KEK Sei Mangkei memiliki potensi investasi sebesar Rp114 triliun dengan potensi penyerapan 94.000 tenaga kerja. Sementara itu, KEK Kendal memiliki potensi investasi Rp370 triliun dengan potensi penyerapan 250.000 tenaga kerja, sedangkan KEK Gresik memiliki potensi investasi Rp264 triliun dan penyerapan 200.000 tenaga kerja.

“Nah oleh karena itu dukungan untuk perizinan dan perluasan ketiga KEK ini tentu diperlukan dan saat ini dari PTPN sedang melakukan inbreng atas hak lahan ke KITB [Kawasan Industri Terpadu Batang] dan KEK Batang,” katanya.

(ell)

No more pages