"Namun, suhu AC yang nyaman tidak otomatis membahayakan jantung. Kelompok lanjut usia dan orang dengan penyakit jantung perlu lebih berhati-hati menghadapi cuaca panas,"katanya.
Dokter spesialis paru, Dr. Erlina Burhan, mengingatkan penggunaan AC dan kipas angin sebaiknya tidak berlebihan. Paparan udara dingin atau aliran angin secara langsung dapat membuat kulit, mata, dan tenggorokan kering, hidung tersumbat, serta memicu sakit kepala atau otot terasa kaku.
"Boleh, tapi jangan berlebihan. Angin terus-menerus dan suhu terlalu dingin bisa membuat kulit, mata, dan tenggorokan kering, hidung tersumbat, pegal atau kaku otot, serta sakit kepala,"katanya.
"Penderita asma/alergi bisa kambuh kalau AC kotor,"tambahnya.
Tips Menghadapi Cuaca Panas
Berikut sejumlah langkah yang dapat dilakukan untuk menjaga kesehatan saat cuaca panas:
1. Atur suhu AC
Erlina menyarankan suhu AC sekitar 24–26 derajat Celsius agar ruangan tetap nyaman
2. Hindari aliran udara langsung
Jangan mengarahkan AC atau kipas angin langsung ke wajah dan tubuh, terutama saat tidur
3. Bersihkan perangkat
Bersihkan filter AC secara berkala untuk mengurangi debu dan risiko pemicu alergi maupun asma
4. Cukupi kebutuhan cairan
Minum air secara teratur, terutama ketika banyak berkeringat. Orang dengan penyakit jantung atau ginjal yang memiliki pembatasan cairan perlu mengikuti anjuran dokter
5. Batasi aktivitas di luar ruangan
Hindari aktivitas berat saat cuaca paling terik. Jika harus keluar, gunakan pakaian tipis dan longgar serta pelindung kepala.
6. Kenali tanda bahaya
Jika merasa pusing, lemas, atau mual, segera beristirahat di tempat sejuk. Nyeri dada, sesak napas berat, kebingungan, atau kehilangan kesadaran memerlukan pertolongan medis segera.
Selain itu, penggunaan kipas angin saja belum tentu cukup untuk melindungi tubuh ketika suhu ruangan sangat tinggi.
Vito mengingatkan pentingnya menjaga tubuh tetap sejuk dan memperhatikan gejala akibat panas, khususnya pada kelompok rentan.
(dec/spt)























