Logo Bloomberg Technoz

Namun Shanghai Composite (China), SETI (Thailand), Hang Seng (Hong Kong), IHSG menghuni zona merah.

Dari sisi eksternal, ketegangan di Timur Tengah menjadi sentimen negatif bagi IHSG. Serangan di Selat Hormuz membuat harga minyak dunia kembali meninggi.

Pada pukul 11:42 WIB, harga minyak jenis brent naik 1,3% ke US$ 110,22/barel. Ini merupakan level tertinggi dalam lima bulan terakhir.

Kenaikan harga si emas hitam membuat bank sentral di berbagai negara (termasuk Federal Reserve di Amerika Serikat/AS) sulit untuk tidak mengerek suku bunga acuan. Mengutip CME FedWatch, probabilitas kenaikan suku bunga acuan sebesar 25 basis poin (bps) oleh The Fed dalam rapat bulan ini memang hanya 14,9%.

Namun dalam rapat Desember, peluangnya mencapai 75,9%.

Ini membuat aset-aset di negara berkembang menjadi kurang menarik. Sebab aset berbasis dolar AS kini menjadi lebih ‘seksi’. Misalnya imbal hasil (yield) obligasi pemerintah AS tenor 10 tahun naik 1,1 bps ke 5,126% pada pukul 11:45 WIB.

(aji)

No more pages