Logo Bloomberg Technoz

Namun, keberadaan asap juga dapat memperburuk kualitas udara. Sementara itu, kondisi langit cerah dan minimnya tutupan awan memungkinkan lebih banyak energi Matahari mencapai permukaan sehingga meningkatkan pemanasan pada siang hari.

Selain pengaruh kondisi atmosfer, karakteristik perkotaan turut membuat Jakarta terasa lebih gerah. Fenomena urban heat island terjadi ketika permukaan seperti aspal, beton, dan bangunan menyerap panas pada siang hari, kemudian melepaskannya secara perlahan. 

Kepadatan kendaraan, aktivitas perkotaan, serta terbatasnya ruang terbuka hijau juga dapat memperkuat kondisi tersebut sehingga suhu lingkungan tetap terasa hangat hingga malam hari.

Faktor kelembapan udara juga memengaruhi sensasi panas yang dirasakan tubuh. Ketika kelembapan tinggi, keringat lebih sulit menguap sehingga proses pendinginan alami tubuh menjadi kurang efektif. 

Akibatnya, udara dapat terasa sangat gerah meskipun suhu yang tercatat tidak selalu mencapai tingkat ekstrem. Kombinasi panas, kelembapan, dan polusi udara pun dapat membuat aktivitas di luar ruangan terasa semakin tidak nyaman.

Kondisi panas tersebut tidak hanya terjadi di Jakarta. Sejumlah wilayah lain yang berpotensi mengalami panas kuat selama periode kering meliputi Banten, Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, sebagian Sumatra, Nusa Tenggara, hingga bagian tertentu Kalimantan. 

Namun, tingkat panas yang dirasakan masyarakat dapat berbeda-beda, bergantung pada suhu, kelembapan, tutupan awan, kondisi lingkungan, serta karakteristik wilayah masing-masing.

Lantas, sampai kapan kondisi cuaca panas ini berlangsung? Wahyu Argo, Prakirawan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), mengatakan cuaca di sebagian besar wilayah Indonesia dalam sepekan ke depan masih diprakirakan didominasi kondisi kering.

Meski demikian, potensi hujan sedang hingga lebat tetap perlu diwaspadai di sejumlah wilayah, terutama Sumatra bagian utara hingga tengah, meliputi Aceh, Sumatra Utara, dan Sumatra Barat, serta sebagian Papua Barat dan Papua.

"Memasuki dasarian I November, peningkatan curah hujan diprakirakan mulai terjadi di sejumlah wilayah, antara lain Sumatra, Kalimantan Barat, Jawa Barat, Jawa Tengah, Papua Barat Daya, Papua Barat, Papua Tengah, Papua Pegunungan, dan Papua. Peningkatan ini selanjutnya diprakirakan meluas secara bertahap ke wilayah lainnya hingga periode puncak musim hujan pada Desember," kata Wahyu.

(dec/spt)

No more pages