IHSG menguat bersamaan dengan indeks saham Asia lainnya. Seperti TOPIX (Jepang), Nikkei 225 (Jepang), Hang Seng (Hong Kong), TAIEX (Taiwan), Kospi (Korea Selatan). Kosdaq (Korea Selatan), Straits Times (Singapura), hingga PSEI (Filipina).
Mencermati perdagangan saham hari ini, MNC Sekuritas menilai IHSG diperkirakan berada di bagian dari wave iv dari wave (iii) dari wave [v]. Dalam jangka pendek, IHSG masih berpeluang untuk menguji 5.328-5.458.
“Namun, perlu diwaspadai akan adanya potensi pembalikan arah ke rentang 5.093-5.191. Support 4.915, 4.754 dan resisten 5.317-5.563,” sebut riset MNC Sekuritas.
Kemudian Mirae Asset Sekuritas Indonesia menilai support IHSG hari ini ada di 5.111-4.907. Sedangkan resisten di rentang 5.333-5.597.
“Secara teknikal, pergerakan IHSG telah menyelesaikan fase awal dari pola gelombang wave 5/(C)/Y. Dengan demikian, Indeks berhasil mengalami rebound di tengah berbagai sentimen negatif yang masih membayangi pasar. Berdasarkan indikator teknikal, sinyal Stochastics K_D dan RSI menunjukkan tren positif, sementara volume perdagangan mulai meningkat,” papar riset Mirae Asset Sekuritas Indonesia.
Hari ini, Mirae Asset Sekuritas melihat investor akan memantau Rapat Dewan Gubernur (RDG) Bank Indonesia (BI). Terkini, konsensus cenderung memperkirakan bahwa BI akan menaikkan BI Rate ke 6%, mengingat tekanan terhadap rupiah setelah pengumuman MSCI memunculkan risiko pengetatan kebijakan moneter.
“Jika BI mempertahankan suku bunga dengan komunikasi yang meyakinkan mengenai stabilitas rupiah, maka sentimen saham perbankan dan pasar obligasi berpotensi terbantu. Namun apabila BI menaikkan suku bunga untuk menjaga stabilitas nilai tukar, maka pasar bisa merespons negatif dalam jangka pendek karena biaya pendanaan meningkat dan ruang pertumbuhan kredit berpotensi tertekan,” papar riset Mirae Asset Sekuritas Indonesia.
-Dengan asistensi Dian SP dan M Julian Fadli -
(aji)



























