Logo Bloomberg Technoz

Anthropic, salah satu pengembang AI ternama, diperkirakan akan mengajukan dokumen secara publik untuk debut di Wall Street dalam beberapa minggu mendatang.

Langkah Anthropic akan menjadikannya salah satu aksi IPO atau initial public offering terbesar yang pernah ada. Pencatatan saham ini akan membantu Anthropic mengumpulkan modal tambahan untuk mendukung investasinya dalam chip, pusat data, dan talenta guna membangun model AI yang baru dan lebih baik.

Pada Selasa, Wall Street Journal melaporkan bahwa Anthropic berpotensi menghabiskan US$750 miliar untuk daya komputasi tambahan dalam beberapa tahun mendatang. Griffin mengatakan kesuksesan Anthropic pada akhirnya akan bergantung pada kemampuan startup ini meyakinkan para investor bahwa model-modelnya merupakan hal yang mutlak diperlukan di setiap sektor industri.

“Setiap transformasi radikal dalam perekonomian kita umumnya terkait erat dengan gelembung. Gelembung-gelembung ini—jika kita ingin menggunakan istilah itu—sering kali bertepatan dengan transformasi teknologi berskala besar.”

Saat berbicara di Davos awal tahun ini, Griffin menyebut AI sebagai sampah. Pada bulan Mei, ia mengatakan kepada peserta yang hadir di Stanford Business School bahwa dirinya merasa tertekan oleh segala hal yang dapat dicapai oleh AI.

Pada hari Selasa, Griffin menunjukkan nada yang jauh lebih optimis, dengan berpendapat bahwa teknologi tersebut akan memicu munculnya banyak usaha baru di AS.

“Anda melihat ancaman terhadap pekerjaan kelas menengah mulai terwujud; sebagai pemilik usaha, Anda melihat benteng persaingan Anda dihancurkan oleh buldoser. Pada saat yang sama, Anda berpikir bahwa ini akan menjadi era keemasan bagi para wirausahawan.”

Griffin, yang menguasai hedge fund Citadel dan Citadel Securities, selaku market-maker, merujuk pada masa sebelum krisis dot-com dan beberapa model bisnis yang “fantastis” pada era tersebut.

“Perusahaan-perusahaan yang berhasil melewati bubble itu akan menjadi pemimpin pasar selama beberapa dekade ke depan. Saya hanya berharap saya tetap mempertahankan saham Amazon saya pada saat itu,” pungkas dia.

(bbn)

No more pages