Logo Bloomberg Technoz

Saham SpaceX naik 4,6% dalam perdagangan pasca-pasar setelah melaporkan hasil kuartalannya, sementara saham Tesla naik 1,2%.

Ruang lingkup potensi merger ini sangat luar biasa, mengingat baik SpaceX maupun Tesla termasuk di antara perusahaan-perusahaan terbesar di dunia dan memegang posisi dominan di industri masing-masing. SpaceX, yang secara resmi dikenal sebagai Space Exploration Technologies Corp., memiliki nilai pasar sekitar $2 triliun, sedangkan Tesla bernilai hampir US$1,5 triliun.

SpaceX dan Tesla sudah memiliki banyak hubungan bisnis, basis investor yang tumpang tindih, dan bahkan beberapa karyawan yang sama. Perusahaan pembuat roket tersebut telah membeli Tesla Cybertrucks senilai lebih dari US$100 juta, sementara xAI merupakan pelanggan utama baterai skala utilitas Tesla.

Penggabungan kedua perusahaan ini telah lama dinantikan sejak SpaceX, didorong oleh antusiasme investor, berhasil mencatatkan penawaran umum perdana (IPO) dengan nilai rekor tahun ini, yang memberikan perusahaan tersebut modal serta lampu hijau implisit dari para pemegang saham untuk melakukan akuisisi terhadap Tesla. 

Bloomberg News melaporkan pada bulan Januari bahwa SpaceX sempat mempertimbangkan merger dengan Tesla sebelum akhirnya memutuskan untuk mengakuisisi xAI, perusahaan startup AI milik Musk.

Elon Musk mengingatkan bahwa merger tersebut belum pasti dan akan membutuhkan dukungan pemegang saham. Ia mengatakan Tesla memerlukan persetujuan dari 50% seluruh pemegang saham, bukan sekadar mayoritas dari mereka yang memberikan suara.

“Beberapa orang di luar sana menganggap bahwa merger SpaceX dan Tesla adalah hal yang pasti. Saya pikir itu terlalu berlebihan,” pungkas Elon Musk.

(bbn)

No more pages