Menurut sumber tersebut, perusahaan-perusahaan itu kemungkinan akan membahas pengurangan produksi berdasarkan tingkat operasional saat ini. Detail rencana tersebut masih bisa berubah, dan belum ada jaminan bahwa pertemuan akan terlaksana atau kesepakatan akan tercapai.
Keempat perusahaan tersebut belum menanggapi permintaan komentar.
Perusahaan-perusahaan China telah berinvestasi secara besar-besaran di industri nikel Indonesia, yang menyumbang lebih dari separuh produksi dunia. Namun, kondisi pasar tahun ini menjadi semakin sulit.
Pemerintah telah memperketat kuota pertambangan dan menaikkan harga bijih untuk meningkatkan pendapatan, sehingga menekan margin keuntungan. Perang di Iran telah meningkatkan biaya belerang—elemen utama dalam proses HPAL—sementara kelangkaan air juga mengganggu operasional.
Harga MHP ditetapkan berdasarkan acuan harga nikel dan kobalt, yang tahun ini mengalami penurunan.
Harga nikel di London Metal Exchange (LME) telah turun sekitar 20% dari puncaknya pada Mei, termasuk penurunan tajam lainnya sejak Agustus, sementara harga kobalt telah menyentuh level terendah dalam satu tahun terakhir.
(bbn)































