Apabila dilihat dari trennya, Rosan menyebut bahwa pada tahun 2024 kontribusi hilirisasi masih sekitar 26% pada triwulan III. Sementara, pada triwulan III tahun ini, kontribusinya sudah mencapai 35%, meskipun secara kumulatif dari Januari sampai September kontribusi hilirisasi berada di angka 31%.
Rosan menyebut bahwa pihaknya akan terus mendorong investasi agar meningkat menjadi investasi yang berkualitas, yang juga memberikan dampak positif terhadap penyerapan tenaga kerja.
“Memang ada investasi yang bersifat padat modal sehingga penyerapan tenaga kerjanya tidak sebanyak investasi di sektor perkebunan dan pertanian. Namun, apabila investasi tersebut membuat kita menjadi bagian dari ekosistem value chain atau rantai pasok dunia, hal itu juga yang kita inginkan,” katanya.
Ia mencontohkan hilirisasi pada komoditas nikel dan pengembangan baterai kendaraan listrik, hal tersebut menurutnya akan terus dikembangkan dengan tetap menjaga keseimbangan produksi nikel maupun produk turunannya.
Dengan demikian, produk yang dihasilkan semakin meningkat dari sisi teknologi, penyerapan tenaga kerja, dan transfer teknologi.
“Adapun total target investasi yang diberikan Bapak Presiden untuk mendukung pencapaian pertumbuhan ekonomi sebesar 8% pada 2029 mencapai Rp13.032,8 triliun untuk periode 2024–2029,” kata Rosan.
Rosan mengeklaim, sejauh ini target yang ditetapkan oleh Presiden Prabowo terealisasi dengan melakukan jemput bola dan mendengarkan masukan agar iklim investasi dan industri kita semakin meningkat.
(ell)





























