Adapun saham-saham tersebut memiliki bobot sekitar 18% terhadap Indeks Komposit. Kebijakan ini ditujukan untuk meningkatkan transparansi dan kredibilitas indeks, tetapi bukan delisting.
“Pasar masih menantikan kejelasan implementasi serta bukti perbaikan yang dapat meredakan kekhawatiran MSCI dan risiko capital outflow,” mengutip riset BRI Danareksa Sekuritas,
Secara teknikal, IHSG masih dalam tekanan bearish setelah breakdown dari neckline 6.000. MACD berada di area negatif dengan momentum bearish yang menguat.
Support Fibonacci berada di 4.953, disusul 4.757; jika area pertama ditembus, risiko pelemahan lanjutan terbuka.
“Sementara itu, 5.100 menjadi resistance awal, diikuti 5.340. Selama belum mampu merebut kembali area resistance, peluang pemulihan masih terbatas,” analisis BRI Danareksa Sekuritas.
Saham-saham pilihan BRI Danareksa Sekuritas untuk perdagangan hari ini adalah INCO, AADI, dan BUKA.
Lebih lanjut, melansir Phintraco Sekuritas, langkah BEI untuk meningkatkan transparansi dan integritas pasar melalui penyesuaian saham dengan konsentrasi kepemilikan tinggi (HSC) serta keterbukaan informasi afiliasi pemegang saham diharapkan dapat mendukung pemenuhan standar MSCI, biarpun hal tersebut bukan jaminan MSCI akan merespon positif langkah tersebut.
Dalam pelaksanaannya IHSG berpotensi mengalami penyesuaian dalam jangka pendek, mengingat beberapa saham HSC memiliki bobot yang cukup besar.
Lebih–lebih, proses penyesuaian ini dapat meningkatkan volatilitas pasar, namun diharapkan mendukung pembentukan indeks yang lebih mencerminkan kondisi pasar dan likuiditas saham secara representatif.
“Secara teknikal, tekanan pada IHSG masih berpotensi berlanjut dengan support 4.800–4.900, terutama jika tekanan jual pada saham-saham berkapitalisasi besar masih terjadi,” terang Phintraco.
Sebaliknya jika saham-saham dengan kapitalisasi besar mulai rebound, maka IHSG berpotensi untuk menguat di atas level 5.000 pada perdagangan Selasa (20/10/2026).
Top picks atau saham pilihan riset Phintraco: saham DSSA, AADI, UNTR, ITMG, dan INCO.
CGS International Sekuritas Indonesia menuturkan, menguatnya mayoritas Bursa Wall Street, diluncurkannya dua inisiatif baru oleh BEI merespon pengumuman MSCI dan naiknya harga beberapa komoditas diprediksi akan menjadi sentimen positif di pasar.
Sementara itu masih cukup besarnya aksi jual investor asing dan tekanan jual di saham Bank BCA berpeluang menjadi katalis negatif untuk IHSG.
“IHSG diprediksi akan bergerak bervariasi cenderung melemah dengan kisaran support 4.870–4.740 dan resistance 5.120–5.250,” tulis riset CGS International.
Dengan saham-saham pilihan CGS meliputi meliputi saham BTPS, AADI, PTBA, AALI, DMAS, dan ADRO.
Panin Sekuritas menyematkan IHSG berpotensi melemah, disebabkan oleh sentimen negatif potensi downgrade MSCI, tekanan terhadap rupiah, serta masih derasnya outflow dana asing.
“Untuk hari ini kami memperkirakan IHSG akan melemah,” mengutip Panin Sekuritas.
Sedang, saham-saham pilihan Panin Sekuritas untuk perdagangan hari ini adalah HRUM, BBRI, dan TAPG.
(fad)
























