Logo Bloomberg Technoz

“Penambahan ini diharapkan memperkuat sinyal klasifikasi gaya investasi, sekaligus mempertimbangkan keseimbangan antara manfaat tersebut, kompleksitas metodologi, dan tingkat perputaran portofolio,” dikutip dari keterangan resmi FTSE Russel, Selasa (20/10/2026).

Selain itu, FTSE Russel turut mengusulkan penerapan metodologi FTSE Russel Diversification Factor serta memberi ruang proporsi alokasi growth dan value melewati pembagian 50/50, dengan batas maksimum sebesar 60/40.

Secara historis, metodologi model investasi FTSE Russel dirancang untuk menetapkan alokasi sebesar 50% untuk saham growth dan 50% untuk saham value.

Saat ini, sejumlah kecil perusahaan growth berkapitalisasi pasar sangat besar mencakup porsi yang jauh lebih besar dari keseluruhan kapitalisasi pasar indeks Russel 100.

“Mempertahankan alokasi yang tepat sebesar 50/50 dapat menyebabkan perusahaan lain yang memiliki karakteristik growth justru diklasifikasi ke dalam kategori value, semata-mata untuk memenuhi batasan agregat kapitalisasi pasar tersebut,” dikutip dari keterangan resmi.

Lewat penyempurnaan metodologi tersebut, FTSE Russel berharap perusahaan yang secara tradisional dikategorikan sebagai saham growth tidak terlalu terpengaruh oleh kosentrasi kapaitalisasi pasar pada perusahaan mega-cap.

Metodologi Gaya Investasi FTSE Russell mengklasifikasikan konstituen indeks berdasarkan spektrum saham value hingga growth dengan menggunakan rasio book-to-price, proyeksi pertumbuhan, dan pertumbuhan penjualan historis.

Berbagai indikator tersebut digabungkan menjadi Skor Nilai Komposit atau Composite Value Score yang dibobot berdasarkan nilai pasar, kemudian dikonversi menjadi probabilitas kategori value dan growth.

Bobot konstituen selanjutnya disesuaikan untuk mempertahankan pembagian nilai pasar secara keseluruhan sebesar 50% untuk saham growth dan 50% untuk saham value.

Seiring dengan perkembangan pasar saham, metodologi ditinjau secara berkala untuk memastikan bahwa metodologi tersebut tetap mampu merepresentasikan segmen pasar yang dirancang untuk diukur.

Meskipun rasio book-to-price tetap menjadi indikator penting untuk mengidentifikasi saham value, indikator ini berpotensi memiliki pengaruh yang terlalu besar dalam algoritma klasifikasi gaya investasi saat ini.

Selain itu, tingginya konsentrasi pasar pada sejumlah kecil perusahaan berkapitalisasi sangat besar berpotensi memengaruhi klasifikasi gaya investasi perusahaan-perusahaan lain dalam cakupan indeks secara tidak proporsional.

Konsultasi ini bertujuan memperoleh masukan mengenai apakah metodologi indeks Russell US Style perlu diperbarui agar lebih mampu mencerminkan dinamika pasar yang terus berkembang tersebut.

(naw)

No more pages