Terdapat 604 saham yang melemah lebih dari 2%. Kemudian 87 saham terpangkas kurang dari 2%.
Sementara 38 saham naik di bawah 2% dan 65 saham menguat lebih dari 2%. Sisa 169 saham stagnan, tidak ada perubahan.
Valuasi IHSG berdasarkan pendekatan Price to Earnings Ratio (PER) ada di 10,97 kali. Sedangkan dari pendekatan Price to Book Value (PBV) ada di 1,33 kali.
Sejumlah saham yang menjadi top gainers antara lain:
-
PT Tempo Inti Media Tbk (TMPO) naik 28,03%.
-
PT Pudjiadi And Sons Tbk (PNSE) naik 25%.
-
PT KDB Tifa Finance Tbk (TIFA) naik 25%.
-
PT Guna Timur Raya Tbk (TRUK) naik 24,84%.
-
PT Bank Sinarmas Tbk Tbk (BSIM) naik 24,83%.
Adapun beberapa top losers di antaranya:
-
PT Bumi Teknokultura Unggul Tbk (BTEK) turun 25%.
-
PT Express Transindo Utama Tbk (TAXI) turun 25%.
-
PT Bukit Uluwatu Villa Tbk (BUVA) turun 7%.
-
PT Merdeka Copper Gold Tbk (MDKA) turun 7%.
-
PT Super Bank Indonesia Tbk (SUPA) turun 7%.
Analisis Teknikal
Lantas bagaimana prediksi gerak IHSG untuk hari ini, Selasa (20/10/2026)? Apakah bisa bangkit atau malah makin terhimpit?
Secara teknikal dengan perspektif harian (daily time frame), IHSG terjerembab di zona bearish. Terlihat dari Relative Strength Index (RSI) 14 hari yang sebesar 15.
RSI di bawah 50 menandakan suatu aset sedang dalam posisi bearish. Kalau di bawah 30, maka tergolong jenuh jual (oversold).
Sedangkan indikator Stochastic RSI 14 hari ada di 8. Di bawah 20, yang berarti juga oversold.
Untuk perdagangan hari ini, IHSG sejatinya berpeluang menguat. Cermati pivot point di 5.258.
Dari situ, ada kemungkinan Indeks menguji level 5.295-5.342. Target paling optimistis adalah 5.550.
Namun kalau IHSG terkapar lagi, maka 4.893 rasanya bisa menjadi support terdekat. Support lanjutan ada di 4.856.
(aji)


























