"Memang ini tergantung dari perkembangan dari masing-masing daerah, ada administrasi yang masih perlu diselesaikan di masing-masing daerah yang ini masih kita dorong sama-sama," tegas Fadli.
Adapun, PLTSa Jakarta memang sempat disorot oleh pemerintah pusat, sebab pemerintah daerah sempat belum siap membangun proyek PLTSa tersebut.
Kementerian Lingkungan Hidup sempat mengungkapkan timbulan sampah Jakarta mencapai 8.702 ton per hari. Dari besaran itu, sekitar 1.769 ton sudah terkelola, 6.667 ton dibuang ke tempat pengolahan sampah terpadu (TPST) Bantar Gebang, dan 266 ton sisanya terbuang ke lingkungan.
Lebih lanjut, sekitar 4.652 ton sampah yang dihasilkan Jakarta disebut berpotensi diolah menggunakan teknologi PSEL.
Sedangkan calon lokasi pembangunan PSEL Jakarta terletak di TPST Bantar Gebang dengan luas lahan 10,5 hektare (ha).
Dalam perkembangannya, Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta dan Danantara meneken nota kesepahaman terkait percepatan pembangunan fasilitas PSEL Bantar Gebang dan Tanjungan pada Mei 2026.
Adapun, Presiden Prabowo Subianto memerintahkan Kepala BPI Danantara Rosan Perkasa Roeslani untuk mempercepat pengembangan proyek PLTSa di kota-kota besar seperti Jakarta dan Tangerang.
Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya menjelaskan Rosan melaporkan perkembangan proyek PSEL ke Prabowo, setelah itu Kepala Negara meminta Rosan mempercepat pengembangan PLTSa di kota besar dan padat penduduk seperti Jakarta, Tangerang, Bandung, Semarang, Surabaya, Medan, dan Bali.
"Kepala Danantara Bapak Rosan Roeslani melaporkan perkembangan program waste to energy [WtE] atau program Pengelolaan Sampah Menjadi Energi Listrik [PSEL] di seluruh Indonesia, khususnya yang berada di kota-kota besar dan padat penduduk seperti DKI Jakarta, Tangerang, Bandung, Semarang, Surabaya, Medan, Bali, dan kota lainnya di Indonesia," kata Teddy dalam siaran pers Sekretariat Presiden, Kamis (26/3/2026).
Sebagai catatan, berikut delapan proyek PLTSa yang bakal dibangun pada 2027:
1. Medan Raya
PSEL di Medan Raya bakal digarap bersama Nusantara Energi Hijau Consortium (BGE Sentosa Utama), dengan porsi kepemilikan Indonesia—termasuk Denera, sebesar 63%.
PSEL di Medan Raya ditargetkan mulai dilakukan konstruksi pada kuartal I-2026, dengan nilai capital expenditure (capex) sekitar US$213 juta, serta tanggal operasi komersial (COD) ditargetkan pada 2029.
2. Lampung Raya
Proyek PSEL di Lampung Raya bakal digarap bersama Bumi Biru Indonesia (SUS Indoplas) dari China dan Indonesia, dengan porsi kepemilikan Indonesia—termasuk Denera, sebesar 71%.
PSEL di Lampung Raya ditargetkan mulai dilakukan konstruksi pada kuartal II-2027, dengan capex sekitar US$152 juta, serta tanggal operasi komersial ditargetkan pada 2029.
3. Serang Raya
Proyek PSEL di Serang Raya bakal digarap bersama Masa Depan Energi Indonesia (Chandra Waste Energy BGE) dari Indonesia dan China, dengan porsi kepemilikan Indonesia—termasuk Denera, sebesar 85%.
PSEL di Serang Raya ditargetkan mulai dilakukan konstruksi pada kuartal II-2027, dengan nilai capex sekitar US$149 juta, serta tanggal operasi komersial ditargetkan pada 2029.
4. Semarang Raya
Proyek PSEL di Semarang Raya bakal digarap bersama Veolia Environmental Services Asia Pte Ltd (Veolia) dari Prancis, dengan porsi kepemilikan Indonesia—termasuk Denera, sebesar 51%.
PSEL di Semarang Raya ditargetkan mulai dilakukan konstruksi pada kuartal II-2027, dengan nilai capex sekitar US$141 juta, serta tanggal operasi komersial ditargetkan pada 2029.
5. Surabaya Raya
PLTSa di Surabaya Raya bakal digarap bersama Consortium Mentari Citra Lestari (Bakrie Power SUS) dari Indonesia dan China, dengan porsi kepemilikan Indonesia—termasuk Denera, sebesar 98%.
PSEL di Surabaya Raya ditargetkan mulai dilakukan konstruksi pada kuartal II-2027, dengan nilai capex sekitar US$139 juta, serta tanggal operasi komersial ditargetkan pada 2029.
6. Bogor Raya 2
Proyek PSEL di Bogor Raya 2 bakal digarap bersama MPM-CEVIA Consortium (Mega Power CEVIA) dari Indonesia dan China, dengan porsi kepemilikan Indonesia—termasuk Denera, sebesar 90%.
PLTSa di Bogor Raya 2 ditargetkan mulai dilakukan konstruksi pada kuartal I-2027, dengan nilai capex sekitar US$147 juta, serta tanggal operasi komersial ditargetkan pada 2029.
7. Yogyakarta Raya
Proyek PLTSa di Yogyakarta Raya bakal digarap bersama Cakra Energi Lestari Consortium (Pertamina NRE Tianjin CITICC) dari Indonesia dan China, dengan porsi kepemilikan Indonesia—termasuk Denera, sebesar 88%.
PSEL di Yogyakarta Raya ditargetkan mulai dilakukan konstruksi pada kuartal I-2027, dengan nilai capex sekitar US$130 juta, serta COD ditarget pada 2029.
8. Kabupaten Bekasi
Proyek PSEL di Kabupaten Bekasi bakal digarap dengan porsi kepemilikan Indonesia—termasuk Denera, sebesar 75%.
PLTSA di Kabupaten Bekasi ditargetkan mulai dilakukan konstruksi pada kuartal I-2027, dengan nilai capex sekitar US$130 juta, serta COD ditargetkan pada 2029.
(azr/ros)

























