Adapun, lembaga keuangan tersebut sudah terlibat dalam proses pembiayaan pengolahan sampah menjadi energi listrik (PSEL) tahap II yang tersebar di delapan wilayah.
Dia menyatakan, dari kebutuhan pembiayaan sekitar US$1 miliar untuk delapan wilayah, Denera menerima penawaran pembiayaan lebih dari US$4 miliar atau 3,6 kali oversubscribed.
Dalam kesempatan itu, Fadli menjelaskan PSEL di Medan Raya bakal digarap bersama Nusantara Energi Hijau Consortium (BGE Sentosa Utama), dengan porsi kepemilikan Indonesia—termasuk Denera, sebesar 63%.
PSEL di Medan Raya ditargetkan mulai dilakukan konstruksi pada kuartal I-2026, dengan nilai capital expenditure (capex) sekitar US$213 juta, serta tanggal operasi komersial (COD) ditargetkan pada 2029.
Proyek PSEL di Lampung Raya bakal digarap bersama Bumi Biru Indonesia (SUS Indoplas) dari China dan Indonesia, dengan porsi kepemilikan Indonesia—termasuk Denera, sebesar 71%.
PSEL di Lampung Raya ditargetkan mulai dilakukan konstruksi pada kuartal II-2027, dengan capex sekitar US$152 juta, serta tanggal operasi komersial ditargetkan pada 2029.
Proyek PSEL di Serang Raya bakal digarap bersama Masa Depan Energi Indonesia (Chandra Waste Energy BGE) dari Indonesia dan China, dengan porsi kepemilikan Indonesia—termasuk Denera, sebesar 85%.
PSEL di Serang Raya ditargetkan mulai dilakukan konstruksi pada kuartal II-2027, dengan nilai capex sekitar US$149 juta, serta tanggal operasi komersial ditargetkan pada 2029.
Proyek PSEL di Semarang Raya bakal digarap bersama Veolia Environmental Services Asia Pte Ltd (Veolia) dari Prancis, dengan porsi kepemilikan Indonesia—termasuk Denera, sebesar 51%.
PSEL di Semarang Raya ditargetkan mulai dilakukan konstruksi pada kuartal II-2027, dengan nilai capex sekitar US$141 juta, serta tanggal operasi komersial ditargetkan pada 2029.
PLTSa di Surabaya Raya bakal digarap bersama Consortium Mentari Citra Lestari (Bakrie Power SUS) dari Indonesia dan China, dengan porsi kepemilikan Indonesia—termasuk Denera, sebesar 98%.
PSEL di Surabaya Raya ditargetkan mulai dilakukan konstruksi pada kuartal II-2027, dengan nilai capex sekitar US$139 juta, serta tanggal operasi komersial ditargetkan pada 2029.
Proyek PSEL di Bogor Raya 2 bakal digarap bersama MPM-CEVIA Consortium (Mega Power CEVIA) dari Indonesia dan China, dengan porsi kepemilikan Indonesia—termasuk Denera, sebesar 90%.
PLTSa di Bogor Raya 2 ditargetkan mulai dilakukan konstruksi pada kuartal I-2027, dengan nilai capex sekitar US$147 juta, serta tanggal operasi komersial ditargetkan pada 2029.
Proyek PLTSa di Yogyakarta Raya bakal digarap bersama Cakra Energi Lestari Consortium (Pertamina NRE Tianjin CITICC) dari Indonesia dan China, dengan porsi kepemilikan Indonesia—termasuk Denera, sebesar 88%.
PSEL di Yogyakarta Raya ditargetkan mulai dilakukan konstruksi pada kuartal I-2027, dengan nilai capex sekitar US$130 juta, serta COD ditarget pada 2029.
Adapun, berikut daftar 34 institusi keuangan yang bergabung dalam lenders panel PSEL Danantara:
1. Bank Project Financing Internasional (13 Lembaga)
Bank of China
BNP Paribas
Crédit Agricole
DBS
HSBC
Korea Eximbank
Maybank
Mizuho
MUFG
SMBC
Standard Chartered
Societe Generale
UOB
2. MDB/DFI/Catalytic (7 Lembaga)
PT Sarana Multi Infrastruktur (SMI)
Asian Development Bank (ADB)
Asian Infrastructure Investment Bank (AIIB)
Islamic Development Bank (IsDB)
KfW DEG
Indonesia Infrastructure Finance (IIF)
GAIA Climate
3. Bank Domestik (4 Bank)
BCA (Bank Central Asia)
BNI (Bank Negara Indonesia)
BRI (Bank Rakyat Indonesia)
Bank Mandiri
4. Bank Umum Komersil (10 Bank)
Allo Bank
BWS (Bank Woori Saudara)
CIMB Niaga
China Construction Bank (CCB)
J Trust Bank
KB Bank
Bank Mega
Bank Mega Syariah
Permata Bank
QNB
(azr/ros)






























