Minyak mentah Brent turun hingga 2%, sementara indeks acuan kontrak berjangka S&P 500 naik sekitar 0,8% dan kontrak berjangka Nasdaq 100 naik 1,3%.
Membaiknya kondisi makroekonomi telah membantu Bitcoin membalikkan trennya dari pekan lalu, ketika harganya turun sekitar 3% seiring aksi jual di pasar saham yang dipimpin oleh saham-saham teknologi di tengah keraguan yang kembali muncul terkait pengeluaran besar-besaran untuk kecerdasan buatan.
Kenaikan hari ini merupakan “koreksi setelah pekan yang diwarnai aksi menghidar risiko yang tinggi,” kata Damien Loh, CIO di Ericsenz Capital.
“Tidak ada berita adalah berita baik,” ucap dia. “Saya tidak melihat adanya pendorong jangka pendek yang dapat membuatnya menembus rekor tertinggi baru, dan menurut saya risikonya lebih condong ke arah penurunan mengingat kondisi risiko secara keseluruhan.”
Permintaan institusional terhadap Bitcoin juga mengalami penurunan selama dua pekan berturut-turut. Dana investasi yang diperdagangkan di bursa (ETF) Bitcoin spot yang terdaftar di AS mencatat arus keluar sebesar US$228,6 juta pekan lalu, menyusul arus keluar sebesar US$681 juta pada pekan sebelumnya.
Bitcoin tetap berada dalam kisaran perdagangan pekan lalu, yaitu antara US$80.000 hingga US$85.000.
(bbn)































